Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemeriksaan Hematologi Rutin dan LED pada Lansia sebagai Upaya Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Debie Anggraini; Prima Adelin; Soufni Morawati; Efriza
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.213

Abstract

Latar belakang : Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan, terutama gangguan hematologis seperti anemia dan proses inflamasi kronik. Penurunan fungsi hematopoietik dan imunitas pada lansia sering kali tidak terdeteksi secara dini, sehingga dibutuhkan skrining laboratorium sederhana yang bersifat preventif. Tujuan : Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini gangguan hematologis dan inflamasi pada lansia melalui pemeriksaan hematologi rutin dan laju endap darah (LED) di wilayah kerja RSU Aisyiyah Padang. Metode : Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk skrining laboratorium terhadap 30 orang lansia dengan pengambilan sampel darah vena untuk pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, leukosit, trombosit, dan LED. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan edukasi dan konseling kesehatan individu dan kelompok. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil : Sebanyak 6 orang (20%) lansia terdeteksi mengalami anemia, dan mayoritas menunjukkan nilai LED yang melebihi batas normal, dengan rerata LED sebesar 24,8 mm/jam dan maksimum mencapai 95 mm/jam. Nilai-nilai tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya proses inflamasi kronik subklinis. Parameter hematologi lainnya berada dalam rentang normal, meskipun ditemukan variasi individu yang patut dimonitor secara berkala. Kesimpulan : Pemeriksaan hematologi rutin dan LED terbukti efektif sebagai langkah awal deteksi dini gangguan kesehatan pada lansia. Kegiatan ini bermanfaat dalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kondisi darah secara berkala, serta dapat menjadi dasar pengembangan program kesehatan lansia berbasis komunitas.
Hubungan Risiko Kerentaan Oral dengan Status Nutrisi pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Fredia Heppy; Efriza; Natasya Syifa Anugrah
Scientific Journal Vol. 5 No. 2 (2026): SCIENA Volume V No 2, March 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i2.373

Abstract

Latar Belakang: Proses penuaan pada lansia sering disertai dengan penurunan fungsi rongga mulut yang dikenal sebagai kerentaan oral. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan mengunyah dan menelan sehingga berpotensi menurunkan asupan makanan dan berdampak pada status nutrisi lansia. Lansia yang tinggal di panti sosial memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan oral dan gangguan nutrisi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kedua kondisi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan risiko kerentaan oral dengan status nutrisi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 54 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Risiko kerentaan oral dinilai menggunakan Oral Frailty Index-8 (OFI-8), sedangkan status nutrisi dinilai menggunakan Mini Nutritional Assessment (MNA). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden berisiko mengalami kerentaan oral (83,3%) dan mengalami gangguan nutrisi (72,2%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara risiko kerentaan oral dengan status nutrisi pada lansia (p-value = 0,000). Lansia yang berisiko mengalami kerentaan oral sebagian besar memiliki gangguan nutrisi (70,4%), sedangkan lansia yang tidak berisiko sebagian besar memiliki status nutrisi normal. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kerentaan oral dengan status nutrisi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin. Oleh karena itu, diperlukan upaya penapisan dan intervensi dini terhadap kesehatan rongga mulut dan status nutrisi guna meningkatkan kualitas hidup lansia.