Arafat Febriandirza
Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, Pusat Riset Sains Data dan Informasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Aksesibilitas User Experience Web Conten Penyandang Disabilitas Kognitif dengan Metode Double Diamond Garno Garno; Sarwosri Sarwosri; Arafat Febriandirza
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 11 No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v11i3.2025.282-293

Abstract

Aksesibilitas digital merupakan aspek krusial dalam pengembangan teknologi yang inklusif, terutama bagi penyandang disabilitas kognitif. Namun, masih banyak platform digital yang belum mempertimbangkan kebutuhan khusus kelompok ini, yang menyebabkan kesulitan dalam mengakses informasi dan menggunakan layanan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dialami oleh penyandang disabilitas kognitif dalam menggunakan platform digital serta merancang user interface yang lebih ramah dan inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah double diamond, yang terdiri dari empat tahap: discover, define, develop, dan deliver. Sebanyak 15 partisipan penyandang disabilitas kognitif terlibat dalam proses pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Data dianalisis dan diolah ke dalam bentuk empathy map, user needs & pain points, hingga menghasilkan desain interface dalam bentuk low-fidelity wireframe dan User interface final visual. Desain ini diuji secara visual kepada partisipan untuk mendapatkan tanggapan awal dan validasi kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi kesulitan membaca teks panjang, bingung saat tidak ada petunjuk langkah, sulit membedakan elemen visual, serta kebingungan akibat absennya pesan kesalahan. Desain akhir mengadopsi prinsip-prinsip Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) dan praktik User experience (UX) inklusif yang berhasil menjawab kebutuhan tersebut. Partisipan memberikan respon positif terhadap tampilan yang lebih sederhana, visual, dan informatif, yang mampu meningkatkan kemandirian mereka dalam menggunakan aplikasi. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan desain digital inklusif serta menegaskan pentingnya keterlibatan pengguna disabilitas dalam proses desain berbasis empati.