Pendahuluan. Tanaman tebu merupakan tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu hama yang menyerang tebu adalah uret/larva Lepidiota stigma. Pengendalian hama tersebut sangat penting dilakukan agar produktivitas tanaman tidak menurun. Pengendalian yang ramah lingkungan dapat menggunakan biopestisida Metarhizium sp. dan biopestisida tandan kosong kelapa sawit. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh biopestisida Metarhizium sp. dan biopestisida TKKS terhadap hama uret pada tanaman tebu. Metode Pengumpulan Data. Dalam penelitian ini digunakan rancangan percobaan acak kelompok nonfaktorial dengan tiga perlakuan dan sepuluh ulangan. Perlakuan meliputi 1) tanpa perlakuan, 2) aplikasi biopestisida Metarhizium sp. dengan dosis 1 kg/juring, dan 3) aplikasi biopestisida tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 1,25 L/Ha. Aplikasi biopestisida dilaksanakan sebanyak empat kali. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan biopestisida Metarhizium sp. dan biopestisida tandan kosong kelapa sawit (TKKS) memiliki pengaruh pada populasi hama uret Lepidiota stigma (menggunakan uji Anova dan BNT 5%). Populasi hama menurun seiring bertambahnya intensitas pemberian biopestisida baik biopestisida Metarhizium sp. maupun biopestisida TKKS. Begitu pula dengan mortalitas, pada aplikasi IV, hama yang mati sebanyak 77% pada aplikasi biopestisida Metarhizium sp. dan 71% pada aplikasi biopestisida TKKS. Larva hama uret yang mati akibat biopestisida Metarhizium sp. berubah warna menjadi hijau dengan tekstur tubuh yang keras dan kaku. Sedangkan pada aplikasi biopestisida TKKS, uret berubah warna menjadi kehitaman, tekstur tubuhnya lunak, basah, dan mengkilap. Simpulan. Biopestisida Metarhizium sp. dan biopestisida tandan kosong kelapa sawit (TKKS) berpengaruh pada penurunan populasi hama uret Lepidiota stigma. Aplikasi biopestisida tersebut dapat menjadi alternatif pengendalian hama uret yang berkelanjutan