Pendahuluan. Tanaman tebu (Saccharum Officinarum L.) termasuk dalam komoditi perkebunan semusim pada golongan famili gramineae atau rumput rumputan.Kebutuhan gula semakin meningkat namun industri gula masih belum mampu memenuhi kebutuhan gula tersebut. Hal ini dikarenakan penyerapan unsur harayang kurang optimal yang mengakibatkan penurunan hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan teknologi untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi teknologi sinergritas mikrobia (pupuk blotong, PGPR akar tebu dan eksplorasi tanah lahan tebu, danpupuk asam amino) terhadap pertumbuhan dan produksi tebu (Saccharum Officinarum L.) di Kebun Traktakan PG Prajekan PTPN XI. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Uji Independent T-test. Hasil dan Diskusi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengaplikasian teknologi sinergitas mikrobia menunjukan adanya perbedaan terhadap jumlah anakan, tinggi batang, diameter batang, brix tebu, rendemen tebu, dan produktivitas. Namun tidak memberikan perbedaan terhadap analisis klorofil. Simpulan. Pada penelitian Aplikasi Teknologi Sinergritas Mikrobia Terhadap Pertumbuhan danProduksi Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum L.) di Kebun Traktakan PG Prajekan PTPN XI yang meliputi pengaplikasi pupuk organik blotong, PGPR akar tebu dan ekplorasi tanah lahan tebu, dan pupuk asam amino menunjukan adanya perbedaan terhadap jumlah anakan, tinggi batang, diameter batang, brix tebu,rendemen tebu, dan produktivitas dibandingkan dengan tanaman yang tidak diaplikasikan teknologi sinergitas mikrobia. Namun tidak memberikan perbedaan terhadap analisi klorofil.