Pendahuluan Kopi penyumbang devisa negara bagi negara Indonesia karena nilai kopi yang cukup tinggi. Menurut Badan Pusat Statistik tahun 2020, Total produksi kopi di Jawa Timur sebesar 68 ribu ton kopi, meliputi Jember, Malang, Blitar dan Bondowoao dengan luas 113.332 hektar. Permintaan konsumsi kopi bubuk meningkat hingga 13,9 persen di taun 2021 dan 2022, untuk minuman jadi rerata konsumsi naik 6,8% sedangkan kopi instan rerata konsumsi naik 9,7%. Solusi dalam perbanyakan mengguanakan stek yaitu dengan pemberian ZPT, karena ZPT dapat mengoktimalkan pertumbuhan tanaman, salah satunya auksin yang berperan dalam meningkatkan pertumbuhan akar Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 5 perlakuan yaitu perlakuan P0 (Tanpa pemberian air kelapa), P1 (Konsentrasi air kelapa 25%), P2 (Konsentrasi air kelapa 50%), P3 (Konsentrasi air kelapa 75%), P4 (Konsentrasi air kelapa 100%). Setiap perlakuan akan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Dalam setiap unit terdapat 7 stek dan terdapat 3 sample sehingga didapatkan 175 stek. Dengan parameter pengamatan yaitu presentas hidup stek pada akhir penelitian, tinggi tunas, jumlah daun dan Panjang akar stek. Penelitian ini menggunakan metode uji Rancangan Acak Kelompok non Faktorial Hasil dan Diskusi. Perlakuan pemberian air kelapa memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter persentase hidup umur 4 BST pada perlakuan P2 konsentrasi 50 %, tinggi tunas umur 1, 2 ,3, 4 BST pada perlakuan P2 dengan konsentrasi 50 %, jumlah daun umur 1, 2, 3, 4 BST pada perlakuan P2 konsentrasi 50 % panjang akar umur 4 BST pada perlakuan P2 konsentrasi 50 %. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa. Perlakuan pemberian air kelapa pada Pertumbuhan Stek Kopi Robusta (Coffea canephora P) berpengaruh sangat nyata pada parameter presentase hidup, tinggi tunas, dan jumlah daun.