Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Alleviating Poverty in Indonesia through Zakat during the Period 2019–2023 Yogi Afrianto
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 03 (2025): Mei: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v4i03.2266

Abstract

Zakat is a portion of an individual's wealth that must be paid out of their possessions because it contains the rights of others that must be given or purified. History demonstrates the power of zakat in alleviating poverty between 717 and 720 AD during the reign of the Caliph Umar bin Abdul Aziz. In Indonesia, the poverty rate remains high, with 23.85 million people still trapped in poverty. One approach the Indonesian government can take is to optimize zakat receipts and then distribute them appropriately and professionally. Through zakat, poverty will be reduced and economic activity in society will increase. Furthermore, the Indonesian government already has Zakat Collection Institutions (Amil Zakat) and Zakat Agencies (Bandung Amil Zakat). The government's task is to develop policies and procedures for these existing zakat institutions to eradicate poverty from Indonesia. Research shows that zakat plays a significant role in wealth redistribution and poverty reduction. However, challenges in zakat collection and distribution require careful monitoring to ensure compliance with regulations and ensure zakat's effectiveness.
PENGARUH JUMLAH TABUNGAN, DEPOSITO, DAN GIRO TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA Yogi Afrianto
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 4 No. 1 (2025): Februari: Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jekma.v4i1.1951

Abstract

Perkembangan Ekonomi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain yaitu konsumsi dan investasi. Sedangkan keterkaitan faktor-faktor produksi perlu di analisis seperti jumlah modal, jumlah pekerja, serta kemajuan teknologi sebagai dasar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah investasi, pembiayaan investasi yang diperoleh dari besarnya tingkat tabungan suatu Negara. Peningkatan tabungan membuat bank memiliki dana yang banyak untuk disalurkan dalam bentuk kredit atau pembiayaan. Fungsi Kredit bagi masyarakat, antara lain dapat menjadi motivator dan dinamisator kegiatan perdagangan serta perekonomian, memperluas lapangan kerja masyarakat, memperlancar arus barang dan arus uang, meningkatkan produktivitas, meningkatkan gairah usaha masyarakat, memperbesar modal kerja masyarakat.
DAMPAK JUMLAH UANG BEREDAR PADA PERTUMBUHAN EKONOMI DAN INFLASI DI INDONESIA PERIODE 2014 - 2025 Yogi Afrianto
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober : Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jekma.v4i3.2433

Abstract

Perekonomian Indonesia pada tahun 2025 mengalami gejolak ekonomi yang menarik. Disaat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang belum tinggi, pada tahun 2025 ini kasus pemutusan hubungan kerja tinggi, begitupula dengan harga bahan pokok di masyarakat. Perekonomian Indonesia bisa maju bila ditopang dengan aktifitas ekonomi berjalan dengan cepat. Hal ini bisa dilihat dari jumlah uang beredar pada Indonesia. Jumlah uang beredar yang tinggi bila di kelola dengan baik akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonmi dan tingkat inflasi di Indonesia. Namun hal ini berbeda dengan hasil peneliatan ini yang menunjukan jumlah uang beradar di indoneisa belum mapu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi mengalami stagnan pada tahun 2014 sebesar 5,01% dan pada tahun berjalan 2025 sebesar 5,01%.. Namun jumlah uang beredar di Indonesia di kelola dengan baik untuk menjaga inflasi Indonesia. Inflasi Indonesia turun signifikan dari 8,36% pada tahun 2014 menjadi 0,21% pada tahun berjalan 2025.