Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMA X BANDAR LAMPUNG TAHUN 2018 Ameliana Puspita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.511 KB) | DOI: 10.33024/.v5i4.971

Abstract

Menurut data WHO, satu dari lima perempuan di dunia telah melahirkan pada usia 18 tahun dan menurut media Indonesia menulis bahwa sebanyak 85% remaja 15 tahun telah melakukan seks pranikah. Di kota Bandar Lampung Penyakit Menular Seksual yang dijadikan sebagai  laporan  utama  adalah  kasus  HIV  dan  AIDS.  Berdasarkan  hasil  pre  survey  yang dilakukan peneliti di SMA “X” Bandar Lampung bahwa sekolah tersebut sudah lama tidak mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi terhadap pengetahuan   tentang perilaku seksual remaja di SMA “X” Bandar Lampung Tahun 2018.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan one group pre-post test design. Populasi penelitian adalah siswa-siswi kelas X di SMA “X” Bandar Lampung Tahun 2018 berjumlah 87  responden, sedangkan sampel penelitian berjumlah 46. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji –t dependen.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan remaja tentang perilaku seksual sebelum pemberian Penyuluhan Kesehatan Reproduksi di SMA “X” Bandar Lampung Tahun2018 adalah 55,41 dan sesudah adalah 76,85. Hasil p-value pengetahuan diperoleh 0,000, sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi remaja terhadap pengetahuan tentang perilaku seksual remaja di SMA “X” Bandar Lampung Tahun 2018. Saran dalam penelitian ini bagi dinas kesehatan dan pendidikan untuk memberikan KIE kesehatan reproduksi secara berkala, karena pengetahuan yang baik akan mempengaruhi perilaku yang baik pula.
The Effect Of Adolescent Reproductive Health Education On Adolescent's Knowledge About Premarry Sex Behavior Ameliana puspita; Neneng Siti Lathifah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.5691

Abstract

Latar Belakang: Menurut data WHO, satu dari lima wanita di dunia telah melahirkan pada usia 18 tahun. Menurut Media Indonesia, 85% anak usia 15 tahun pernah melakukan hubungan seks pranikah. Di Indonesia, pada tahun 2017 (Kuartal I) data kasus infeksi menular seksual dari Januari hingga Maret sebanyak 10.376 orang. Di Kota Bandar Lampung Penyakit Menular Seksual yang dijadikan laporan utama adalah kasus HIV dan AIDS.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan remaja tentang perilaku seksual di SMA “X” Bandar Lampung Tahun 2018.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan one group pre-post test design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA “X” Bandar Lampung tahun 2018 dengan usia rentan 14,15 dan 16 tahun yang berjumlah 87 responden, sedangkan sampel penelitian sebanyak 46 orang dengan menggunakan Simple Random Sampling. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji-t dependen.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan remaja tentang perilaku seksual sebelum pemberian Konseling Kesehatan Reproduksi di SMA “X” Bandar Lampung tahun 2018 adalah 55,41 dan setelahnya adalah 76,85 dengan p-value pengetahuan yang diperoleh 0,000,Kesimpulan: Ada pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja terhadap pengetahuan tentang perilaku seksual remaja di SMA “X” Bandar Lampung Tahun 2018.Saran agar dinas kesehatan dan dinas pendidikan lebih memperhatikan masalah kesehatan reproduksi remaja, dan diharapkan remaja dapat menghindari perilaku seksual. yang negatif. Kata kunci: Konseling Kesehatan Reproduksi, Pengetahuan Remaja, Perilaku Seksual  ABSTRACT Background: According to WHO data, one in five women in the world has given birth at the age of 18 years. According to Media Indonesia, 85% of 15-year-olds have had premarital sex. In Indonesia, in 2017 (Quarter I) data on cases of sexually transmitted infections from January to March were 10,376 people. In the city of Bandar Lampung Sexually Transmitted Diseases that are used as the main reports are cases of HIV and AIDS.Purpose: To find out the effect of reproductive health counseling on adolescent knowledge about sexual behavior at SMA "X" Bandar Lampung in 2018.Methods: This type of research is quantitative with a one group pre-post test design approach. The research population is class X students at SMA "X" Bandar Lampung in 2018 with a vulnerable age of 14,15 and 16 years, totaling 87 respondents, while the research sample is 46 using Simple Random Sampling. The analysis in this study uses the t-test dependent.Results: The results showed that the average knowledge of adolescents about sexual behavior before giving Reproductive Health Counseling at SMA "X" Bandar Lampung in 2018 was 55.41 and after was 76.85 with the p-value of knowledge obtained 0.000,Conclusion: There is an effect of Adolescent Reproductive Health Counseling on knowledge about adolescent sexual behavior at SMA "X" Bandar Lampung in 201Suggestion for the health office and education office to pay more attention to adolescent reproductive health problems, and it is hoped that adolescents can avoid sexual behavior. negative ones. Keywords: Adolescent Knowledge,,Reproductive Health Counseling, Sexual Behavior
Pemanfaatan Media Audio Visual Dalam Asuhan Kebidanan Dengan Pelvic Floor Exercise Untuk Mengurangi Sering Buang Air Kecil Pada Ny. “S” G3P2A0 Trimester III Di PMB “Y” Kota Cimahi Wukup Saterasna; Ameliana Puspita; Yuyu Widaningsih
Health Idea Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi3106

Abstract

Pada masa kehamilan, umumnya ibu hamil akan mengalami ketidaknyamanan, diantaranya yaitu sering buang air kecil yang disebabkan karena perubahan hormon, janin serta plasenta yang semakin membesar, dan bagian terendah janin mulai masuk kedalam rongga panggul sehingga menekan kandung kemih. Menurut studi pendahuluan di PMB “Y”, sebanyak 34,61% mengeluhkan sering buang air kecil. Salah satu cara untuk mengurangi sering buang air kecil yaitu dengan konseling pengaturan minum dan asuhan pelvic floor exercise. Tujuan studi kasus ini yaitu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. “S” dengan intervensi pelvic floor exercise menggunakan media audio visual untuk mengurangi ketidaknyamanan sering buang air kecil pada trimester III. Metode yang digunakan adalah pendekatan studi kasus yang dilakukan pada Ny. “S” G3P2A0 dimulai dari usia kehamilan 35 minggu 1 hari sampai dengan ibu menggunakan kontrasepsi. Hasil studi kasus menunjukkan setelah diberikan konseling mengenai pengaturan minum di malam hari dan asuhan pelvic floor exercise 2 - 3 kali selama 10 hari, keluhan sering buang air kecil berkurang dan ibu merasa nyaman. Kesimpulan dari studi kasus ini yaitu konseling pengaturan minum dimalam hari dan asuhan pelvic floor exercise efektif dalam mengurangi ketidaknyamanan sering buang air kecil pada Ny. “S”. Diharapkan dari studi kasus ini dapat memberikan masukan tentang pemanfaatan teknologi dalam memberikan asuhan kebidanan.Kata kunci: kompres hangat; nyeri pinggang; pemanfaatan video
Comprehensive Midwifery Care for Mrs. S G3P2A0 at Cipeundeuy Public Health Center, West Bandung Regency Rahma Nursiam; Yuliana; Ameliana Puspita; Sri Sutari
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i1.448

Abstract

Frequent urination is one of the common discomforts experienced by pregnant women in the third trimester and can affect sleep quality as well as daily activities. The World Health Organization (WHO) reports that approximately 50% of third-trimester pregnant women experience an increased frequency of urination. Data from the Indonesian Ministry of Health in 2022 show a prevalence of 72%. At the Cipeundeuy Public Health Center, West Bandung Regency, an increase in complaints of frequent urination among third-trimester pregnant women was also observed. One non-pharmacological intervention that can be applied to address this complaint is prenatal exercise, which aims to strengthen the pelvic floor muscles and improve bladder control. This study aimed to describe comprehensive midwifery care for Mrs. S (G3P2A0) with complaints of frequent urination at the Cipeundeuy Public Health Center, West Bandung Regency. The study employed a descriptive case study design. The main intervention was video-based prenatal exercise performed regularly for 30 minutes per session. Data were collected through observation and the mother’s subjective reports before and after the intervention. The results showed a decrease in the frequency of urination from a high category to a normal category. The mother also reported improvements in sleep quality and increased comfort in carrying out daily activities. In conclusion, video-based prenatal exercise has the potential to help reduce complaints of frequent urination in third-trimester pregnant women. However, as this study was a single case study, the results cannot be generalized, and further research with a larger sample size is required.