Sandra Gayatri
Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Regulasi Emosi untuk Pendamping ABK di Sekolah Inklusi dan Pusat Terapi Permataku Makassar Sandra Gayatri; Sri Novelia; Rifqah Athifah; Delfira R Masumparit; Amirah Aminanty Agussalim
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.69543

Abstract

Pelatihan psikoedukasi ini dilatarbelakangi oleh tantangan emosional yang signifikan yang dihadapi oleh terapis, guru, dan orang tua sebagai pendamping utama Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Tanggung jawab yang besar dalam merawat dan mendidik ABK seringkali menimbulkan stres, kelelahan emosional, bahkan burnout, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas pendampingan dan perkembangan optimal anak. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi para pendamping ABK di Sekolah Inklusi dan Pusat Terapi ABK Permataku Makassar. Metode yang digunakan adalah pemberian psikoedukasi dengan tema "Regulasi Emosi" yang disampaikan oleh seorang psikolog berpengalaman. Sebanyak 36 peserta yang terdiri dari terapis, guru, dan orang tua terlibat dalam kegiatan ini. Evaluasi efektivitas program dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri dari 7 pertanyaan, dan data dianalisis secara statistik menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisis menunjukkan tidak ada negative ranks, sebanyak 36 kasus merupakan positive ranks (Posttest > Pretest) dengan Sum of Ranks 666,00, dan nilai Z sebesar -5,289 dengan signifikansi p < 0,05. Ini membuktikan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan setelah intervensi. Rata-rata skor pre-test yang awalnya rendah (skor 1 dari maksimal 7) meningkat secara dramatis pada post-test. Disimpulkan bahwa program psikoedukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis peserta dalam mengelola emosi, mengurangi stres, dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih positif bagi perkembangan ABK. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan terapis.