Tantrum merupakan kondisi ledakan emosi yang umum dialami oleh anak-anak prasekolah yaitu mengekspresikan kemarahan mereka dengan cara menangis, menjerit- jerit, melempar barang, berguling dilantai dan tindakan agresif lainnya. Perilaku tantrum merupakan perilaku yang normal jika terjadi pada anak yang berusia 15 bulan sampai 6 tahun. Perilaku tantrum yang tidak diatasi dapat membahayakan fisik anak, membuat anak kehilangan kontrol, menjadi lebih agresif, dan mengakibatkan anak tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan luar. Orang tua atau pengasuh perlu merespon perilaku tantrum secara tepat dan proporsional agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan para pekerja sosial Inang Matutu dalam dalam menghadapi anak tantrum. Partisipan dalam pengabdian ini berjumlah 16 orang yang merupakan para pekerja sosial di Inang Matutu. Adapun tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah melakukan analisis situasi, identifikasi masalah, menentukan tujuan, merumuskan rencana pemecahan masalah, melakukan pendekatan sosial, dan evaluasi. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pretest-posttest design, sharing knowledge dan role play. Materi yang dipaparkan dalam kegiatan pengabdian ini terkait definisi tantrum, penyebab tantrum, ciri-ciri tantrum, dan cara penanganan tantrum. Hasil pre test dan post test menunjukkan bahwa ada perubahan pemahaman oleh peserta pelatihan sebelum dan setelah menerima materi terkait tantrum. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan.