Yuni Kartika
Makassar State University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENGOPTIMALKAN DUKUNGAN SIBLING DARI ABK MELALUI SIBLING TALK St. Hadjar Nurul Istiqamah; Yusfitri Nursyahwalny Mangarengi; Yuni Kartika; Ghaisani Ashiilah Muhlis; Rina Fitrianti
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i2.62691

Abstract

Kehadiran anggota keluarga yang memiliki kebutuhan khusus membawa konsekuensi dan situasi yang memerlukan perhatian khusus tersendiri pada setiap elemen keluarga. Seyogyanya, setiap komponen keluarga baik orang tua maupun saudara memiliki tanggung jawab khusus dalam memastikan bahwa individu berkebutuhan khusus memiliki dorongan, motivasi dan fasilitas untuk menjalani kehidupannya. Meskipun penting untuk keluarga memberikan perhatian khusus pada ABK, dukungan juga perlu diberikan kepada sibling untuk mencegah gangguan psikososial yang kemungkinan timbul. Oleh karena itu, diperlukan pengoptimalan dukungan sibling dari ABK melalui sibling talk guna mengetahui dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi sibling dalam menjalankan perannya sebagai sibling ABK. Kegiatan dilaksanakan di Sentra Wirajaya Makassar yang diawali dengan menghimpun subjek, dimana subjek sasaran kegiatan ini adalah para sibling dari ABK yang bersedia berpartisipasi. Setelah pendaftaran, diperoleh sebanyak 6 partisipan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Konseling Kelompok menggunakan media kartu Points of You untuk mengungkapkan perasaan melalui kartu bergambar. Kegiatan dievaluasi menggunakan wawancara langsung terkait perasaan sibling ABK sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Hasilnya dapat diketahui bahwa para sibling dari ABK dapat menerima kondisi dari saudaranya yang berkebutuhan khusus. Meskipun pada awalnya sebagian dari mereka masih sulit menerima keadaan, merasa tertekan karena keterbatasan dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan masih merasa malu dengan kondisi saudaranya.