Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang sedang berada dalam fase perkembangan fisik, psikologis, dan sosial yang kompleks. Dalam masa transisi ini, mereka sangat rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi, terutama yang dikenal sebagai Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (Triad KRR), yaitu seksualitas pranikah, infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS, dan penyalahgunaan Napza. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang kurang tepat terhadap isu-isu tersebut dapat meningkatkan risiko perilaku yang membahayakan masa depan remaja. Metode: kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terarah. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap terhadap Triad KRR. Hasil: Sebelum pelaksanaan edukasi, mayoritas remaja masih memiliki tingkat pemahaman yang rendah sebesar 34 responden(41,0%) dan pengetahun baik sebesar 49 (59,0%). Setelah dilakukan edukasi secara interaktif dengan metode yang mudah dipahami, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan sebesar 77 Responden (92,7%), yang tercermin dari pergeseran kategori pengetahuan ke tingkat yang lebih baik. Kesimpulan: Kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dengan pendekatan partisipatif terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja terhadap Triad KRR. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman, dari 59,0% menjadi 92,7%. Metode penyuluhan interaktif dan diskusi kelompok terbukti relevan untuk membentuk pengetahuan dan sikap remaja yang lebih positif terhadap isu kesehatan reproduksi.