Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI METODE TANYA JAWAB MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS V SDN 20 TOLITOLI Sitti Nuralan; Saugadi; Fajar Bahari
Jurnal Teknologi Pendidikan Madako Vol 3 No 1 (2024): JTP MADAKO : JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN MADAKO
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya, permasalahan dalam penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran di SDN 20 Tolitoli khusunya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada kelas V menunjukkan kegiatan pembelajaran yang belum optimal sehingga berpengaruh pada hasil belajar yang diperoleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode tanya jawab pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 20 Tolitoli. Atas dasar inilah peneliti terdorong untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan metode tanya jawab. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yaitu penelitian yang dilakukan di dalam kelas dan penelitian ini terdiri dari dua siklus. Berdasarkan observasi awal dapat di lihat bahwa nilai rata-rata siswa pada studi awal 67,95 atau 36,36% yang tuntas dan 63,63% tidak tuntas, kemudian peneliti melakukan tindakan dengan cara menerapkan metode tanya jawab untuk meningkatkan hasil belajar siswa dimana pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh 74,77 atau 59,09% yang tuntas dan 40,90% tidak tuntas, ini menunjukkan hasil yang belum maksimal sehingga peneliti melanjutkan ke siklus II dimana pada siklus II ini nilai rata-rata yang diperoleh siswa 77,5 atau 77,27% yang tuntas dan 22,72% tidak tuntas. Berdasarkan hasil yang di peroleh dari siklus II ini peneliti menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa sudah maksimal atau sesuai dengan yang di inginkan oleh peneliti.
PERSPEKTIF MEDIA DIGITAL DI TINJAU KEMAMPUAN NUMERASI Saugadi; Sitti Nuralan
Jurnal Teknologi Pendidikan Madako Vol 3 No 2 (2024): JTP MADAKO : JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN MADAKO
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian Quasi Eksperimen dan model Problem Based Learning (PBL) digunakan dalam penelitian ini untuk membuat siswa lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran. Hasilnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Lembar observasi, pretest dan posttest, dan dokumentasi adalah alat yang digunakan. Hasil belajar pretest dan postest didasarkan pada nilai rata-rata individu pada pretest, sedangkan nilai rata-rata postest terdiri dari nilai kelompok dan individu. Selain itu, nilai pretest dan postest diperoleh dengan menggunakan program SPSS berdasarkan uji hipotesis: jika nilai t < 0.05, H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah (PBL) tidak dapat meningkatkan hasil belajar
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR INFORMATIKA DI TENGAH KETERBATASAN SARANA DAN PRASARANA DI MTs ALKHAIRAAT GINUNGGUNG Adiba Annisa; Saugadi; Sitti Nuralan
Jurnal Teknologi Pendidikan Madako Vol 4 No 1 (2025): JTP MADAKO : JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN MADAKO
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi dan peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran informatika di tengah keterbatasan saran dan prasarana pada kelas VIII di MTs Alkhairaat Ginunggung. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif Tiga tehnik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang dilakukan yaitu guru  peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yaitu peran guru sebagai motivator,dengan menggunakan strategi memberikan dorongan dan motivasi kepada siswa melalui kata-kata inspiratif, serta reward/penghargaan sebagai pengakuan atas usaha siswa. Kemudian Peran guru sebagai Inovator guru menerapkan strategi dengan metode yang variatif diantaranya yaitu games , mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari hari siswa serta belajar secara kelompok untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana. Kemudian peran guru sebagai Fasilitator guru menggunakan metode diskusi kelompok untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana dikarenakan buku yang terbatas. Secara keseluruhan, peran guru di MTs Alkhairaat Ginunggung dalam meningkatkan motivasi belajar informatika di tengah keterbatasan sarana dan prasarana sudah sangat baik.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 1 TOLITOLI Ratmi; Theopilus C. Motoh; Saugadi
Jurnal Teknologi Pendidikan Madako Vol 4 No 1 (2025): JTP MADAKO : JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN MADAKO
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SMP Negeri 1 Tolitoli. Pembelajaran ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, beberapa guru dari berbagai mata pelajaran, serta perwakilan siswa, untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh terkait praktik kepemimpinan kepala sekolah dalam konteks peningkatan mutu pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepala sekolah memiliki peran yang strategis dan aktif dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Hal ini terlihat dari upaya yang di lakukan seperti mengadakan evaluasi rutin dalam bentuk rapat mingguan dengan dewan guru, melaksanakan supervisi pembelajaran secara berkala, menyediakan sarana dan prasarana penunjang, serta mendorong pemberdayan guru melalui pelatihan dan kegiatan komunitas belajar. Proses pembelajaran disekolah berlangsung secara terencana dan efektif, dengan keterlibatan aktif guru serta dukungan kepemimpinan yang visioner. Namun demikian, penelitian juga menemukan beberapa kendala yang dihadapi sekolah, seperti permasalahan dalam manajemen pembelajaran, rendahnya partisipasi dan kedisiplinan siswa, serta keterbatasan dalam pemanfaatan media pembelajaran berbasi teknologi. Meskipun demikian, kepala sekolah terus berupaya melakukan perbaikan secara berkelanjutan melalui strtegi yang efektif dan partisipasi. Kesimpulannya, kepemimpinan kepala sekolah berperan sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, membangun kolaborasi antarpihak serta meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di sekolah.