Marto Silalahi
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Program Pascasarjana Universitas Simalungun

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Persepsi, Perilaku, Dan Sosial Budaya Masyarakat Terhadap Pelestarian Hutan Diklat Pondok Buluh Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun Charles Hadi Parmian Sihotang; Marto Silalahi; Robert Tua Siregar; Jhonson Marbun
Jurnal Regional Planning Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Regional Planning Vol 1 No 1 Februari 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/zvk0k067

Abstract

Tujuan dari penilitian ini adalah menganalisis pengaruh persepsi, perilaku dan sosial budaya masyarakat terhadap pelestarian Hutan Diklat Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribua, Kabupaten Simalungun. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: (1) observasi, (2) wawancara, (3) quesioner/angket dan (4) dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data dilakukan dengan (1) analisis deskriftif dan (2) analisis regresi. Hasil penelitian melalui penyebaran kuisioner terhadap 100 orang responden, terkait pengaruh persepsi masyarakat terhadap pelestarian Hutan Diklat Pondok Buluh adalah ada pengaruh yang signifikan antara variabel persepsi masyarakat terhadap pelestarian hutan diklat Pondok Buluh; sedangkan pengaruh perilaku masyarakat terhadap pelestarian hutan diklat Pondok Bulu menunjukkan bahwa tingkat korelasi antara perilaku dengan pelestarian hutan Pondok Buluh berpengaruh positif; demikian juga dengan pengaruh sosial budaya terhadap pelestarian hutan diklat Ponok Bulu diperoleh adanya pengaruh positif. Secara uji serempak variabel persepsi, perilaku dan social budaya masyarakat terhadap pelestarian hutan Pondok Buluh berpengaruh positif. Persamaan yang didapat dalam peneitian ini adalah Y = -19,412 + 1,112X1- 0,002X2 – 0,780X3. Pembahasan, hasil analisis regresi berganda yang dilakukan menunjukkan bahwa pengaruh persepsi, perilaku dan sosial budaya masyarakat terhadap pelestarian hutan Pondok Buluh terdapat pengaruh positif antara variabel persepsi, perilaku dan sosial budaya masyarakat terhadap pelestarian hutan Pondok Buluh. Saran, masyarakat memandang bahwa hutan harus tetap dijaga dan dilestarikan dan perlu adanya penguatan kapasitas lembaga baik lembaga pemerintah maupun lembaga masyarakat dalam rangka pelestarian hutan.
Pengaruh Sosialisasi Terhadap Tingkat Partisipasi Pemilih Dalam Menggunakan Hak Pilihnya Pada Pemilu Di Kabupaten Toba Samosir Manogihontua Gultom; Marto Silalahi; Galumbang Hutagalung; Jhonson A Marbun
Jurnal Regional Planning Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Regional Planning Vol 2 No 1 Februari 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/p91azx95

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sosialisasi terhadap partisipasi pemilih dalam pemilihan umum di Kabupaten Toba Samosir. Keberhasilan pemilihan umum membutuhkan dukungan semua pemangku keberhasilan pemilihan umum. Populasi penelitian ini adalah penduduk kabupaten Toba Samosir yang terdaftar pada DPT 2014 yang berjumlah 127.920 jiwa. Dengan mengggunakan rumus penarikan sampel, maka sampel penelitian sebesar 125 orang. Penelitian ini menggunakan regresi sederhana, metode analisis dan pengujian hipotesis. Penelitian ini memberikan informasi bahwa sosialisasi memiliki pengaruh terhadap tingkat partisipasi pemilih. Pengolahan data dilakukan dengan menggumpulkan data hasil kuesioner dan pengolahannya menggunakan SPPS. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pengaruh sosialisasi terhadap tingkat partisipasi pemilih sebesar 0,448 atau 44,8 %. Jadi dapat disimpulkan bahwa sosialisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan umum di Kabupaten Toba Samosir. Penelitian ini memberikan sumbangan pemikiran dan saran kepada Pemerintah Kabupaten Toba Samosir bahwa tingkat partisipasi pemilih membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, masyarakat berpartisipasi aktif dalam pemilihan umum dan KPU meningkatkan komunikasi dan sosialisasi kepada berbagai pihak terkait
Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Study Pada Konsultan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah - PNPM PISEW Di Kabupaten Simalungun) Lusman Siagian; Robert Tua Siregar; Marto Silalahi; Ringkop Situmeang
Jurnal Regional Planning Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Regional Planning Vol 2 No 1 Februari 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/992y1z93

Abstract

Pengembangan infrastruktur Sosial Dan Ekonomi Wilayah/Regional Infrastructure For Social And Economic Development (PISEW/RISE) yang kemudian disebut degan PNPM PISEW. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam kerangka program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri (PNPM Mandiri) untuk mengatasi kesenjangan antar wilayah, kemiskinan dan pengangguran melalui pengembangan sosial ekonomi masyarakat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1). Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh motivasi terhadap kepuasan kerja, 2). Seberapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kepuasan kerja? dan 3). Seberapa besar pengaruh motivasi dan disiplin kerja secara secara serentak terhadap kepuasan kerja. Teori yang digunakan dalam penelitiain ini adalah teori-teori sumber daya manusia, khususnya teori tentang motivasi, disiplin kerja serta kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan survey, sedangkan jenis penelitian adalah deskriftif kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 42 orang. Hasil penelitian ini memperlihatkan koefisien determinasi adalah 0,783, sehingga dapat ditunjukkan bahwa 78,3 % keragaman variabel kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh variabel motivasi dan disiplin kerja. Dengan demikian motivasi dan disiplin kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap tenaga konsultan pendamping Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pengembangan Infrastruktur Social Ekonomi Wilayah (PNPM-PISEW) di Kabupaten Simalugun dengan tingkat hubungan yang signifikan
Pengaruh Perkembangan Kota Perdagangan Terhadap Daerah Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun Amon Charles Sitorus; Robert Tua Siregar; Marto Silalahi; Sarintan E Damanik
Jurnal Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Regional Planning Vol 3 No 2 Agustus 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/88pjnf93

Abstract

Pengaruh Perkembangan Kota Perdagangan Terhadap Daerah Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun. Perkembangan kota merupakan perubahan yang dialami oleh daerah perkotaan pada aspek - aspek kehidupan dan penghidupan, seperti kondisi fisik, perekonomian, sosial dan kemasyarakatan. Perkembangan kota didefinisikan sebagai proses perubahan keadaan ke keadaan lain dalam kurun waktu yang berbeda. Kota Perdagangan lebih dari lima tahun terakhir telah menjadi sebuah kota yang berkembang pesat. Hal ini ditandai oleh pertumbuhan ekonomi maupun pertumbuhan fisik dengan berbagai aspek perkotaannya. Dengan luas wilayah 10, 5 km2, kota Perdagangan dihuni oleh 23.431 penduduk pada tahun 2016 yang berbagai suku bangsa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah perkembangan tersebut berpengaruh terhadap perkembangan Kecamatan Bosar Maligas yang berbatasan dengan Kota Perdagangan. Hasil penelitian diketahui bahwa perkembangan spasial Kota Perdagangan berpengaruh terhadap kondisi fisik, ekonomi dan sosial budaya masyarakat Kecamatan Bosar Maligas. Perkembangan ekonomi yang terjadi tahun 2012 - 2016 di Kota Perdagangan merupakan kekuatan sentripetal yang menjadi faktor penarik penduduk luar kota untuk melakukan urbanisasi ke Kota Perdagangan. Ketersediaan lahan permukiman di Kota Perdagangan Kecamatan Bandar yang semakin terbatas membuat terjadinya gerakan sentrifugal yakni penduduk asli Kota Perdagangan bergerak ke luar Kota Perdagangan seperti ke Kawasan Nagori Sei Mangkei dan daerah lain di kawasan Kecamatan Bosar Maligas. Sehingga hal ini mengakibatkan jumlah penduduk di Kecamatan Bosar Maligas bertambah yang diikuti dengan pertambahan jumlah rumah dan sarana di Kecamatan Bosar Maligas
Analisis Sektor Unggulan Dalam Meningkatkan Perekonomian Dan Pembangunan Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai Benny Simatupang; Marto Silalahi; Arvita Netty Sihaloho; Mustafa Ginting
Jurnal Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Regional Planning Vol 3 No 2 Agustus 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/7cdkg086

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat sektor unggulan dalam meningkatkan perekonomian dan pembangunan wilayah kabupaten serdang bedagai. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah: (1) observasi, (2) wawancara, (3) quesioner/angket dan (4) dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis kuantitatif. Hasil analisis sector unggulan di sergai sangat membawa dampak positif bagi perubahan sosial dan peningkatan ekonomi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan setelah adanya perusahaan banyak sarana pendidikan yang dulunya tidak ada sekarang. Terjadi peningkatan intensitas interaksi antara sebelum dan sesudah adanya perusahaan, peningkatan yang terjadi sangat besar sehingga dapat disimpulkan tingkat interaksi masyarakat di sergai sangat baik. Tingkat gotong royong di sergai mengalami penurunan yang sangat besar, ketika sebelum adanya perusahaan masyarakat sekitar selalu mengadakan gotong royong. Namun setelah adanya perusahaan masyarakat menjadi jarang melakukan gotong royong jadi dalam hal ini perusahaan membawa dampak negatif terhadap tingkat gotong royong di sergai. Pembangunan pertanian yang berbasis perkebunan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat sehingga terjadi suatu perubahan dalam pola hidup masyarakat disekitarnya serta menghilangkan kemiskinan dan keterbelakangan khususnya di daerah pedesaan, disamping itu juga memperhatikan pemerataan perekonomian antar golongan dan antar wilayah, kebijaksanaan pemerintah menentukan variasi sumber - sumber pendapatn yang muncul dan kemampuan masyarakat dalam memperoleh manfaat dari sektor unggulan tersebut
Kajian Revitalisasi Kawasan Pematang Kota Pematangsiantar Eva Imelda Sihombing; Robert Tua Siregar; Marto Silalahi; Ira Modifa
Jurnal Regional Planning Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Regional Planning Vol 4 No 1 Februari 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/a32ewf61

Abstract

Kawasan Pematang merupakan salah satu kawasan kuno di Pematangsiantar yang memiliki karakter khas secara historis sebagai ibu kota tradisional Kerajaan Siantar. Karena kurangnya perhatian dalam melakukan penanganan konservasi terhadap Kawasan Pematang semakin mengakibatkan kemunduran vitalitas kawasan tersebut. Kawasan Pematang yang semakin terliha kumuh dimana bangunan - bangunan bersejarah yang tidak terpelihara dan pembangunan rumah masyarakat yang tidak terkendali dan tidak tertata dengan baik. Mengingat besarnya biaya yang diperlukan untuk melakukan Revitalisasi suatu kawasan maka perlu dilakukan suatu kajian apakah kawasan tersebut potensial untuk di revitalisasi. Revitalisasi Kawasan Pematang dapat dilakuakn dengan berpedoman kepada Permen PU No.18 tahun 2007 tentang Pedoman Revitalisasi Kawasan dimana terdapat petunjuk teknis kriteria penilaian lokasi studi apakah potensial untuk di revitalisasi dan tahapan - tahapan Revitalisasi Kawasan yang akan dilaksanakan