Persaingan bisnis kuliner di Kota Bukittinggi semakin ketat seiring bertambahnya jumlah rumah makan yang menyajikan hidangan khas Minangkabau. Dalam situasi ini, Rumah Makan Simpang Raya berupaya mempertahankan eksistensinya sebagai ikon kuliner melalui penerapan strategi pemasaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemasaran yang diterapkan serta menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan jumlah pelanggan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dengan manajer, karyawan, dan pelanggan, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui pendekatan induktif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai praktik pemasaran yang dijalankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Simpang Raya mengimplementasikan strategi marketing mix (4P), yang meliputi: produk berupa menu masakan Minangkabau autentik dengan variasi luas; harga kompetitif yang sesuai dengan kualitas; tempat yang strategis, nyaman, dan mudah diakses; serta promosi melalui media sosial, kolaborasi dengan influencer, dan penyediaan layanan pesan antar maupun takeaway. Selain itu, pelayanan yang cepat, ramah, serta responsif terhadap masukan pelanggan menjadi faktor penting dalam membangun loyalitas konsumen. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemahaman bahwa keberhasilan sebuah rumah makan tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan pasar melalui bauran pemasaran yang terpadu. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha kuliner lain dalam merancang strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan daya saing. Abstract This study aims to determine the decline in the number of flights due to the COVID-19 pandemic has encouraged the airport sector to optimize non-aero revenue. Kertajati International Airport, as one of the strategic airports in West Java, faces challenges in developing alternative sources of income.This study aims to analyze the digital tourism marketing strategy implemented in order to increase non-aero revenue at Kertajati International Airport. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and documentation of airport management and related stakeholders.The results of the study show that the use of social media, collaboration with digital travel platforms, and the development of locally-based tourism content are the main strategies in attracting tourist visits and increasing commercial activities in the airport environment. This strategy has been proven to contribute to increasing non-passenger visitor traffic and optimizing commercial space in the airport area. In conclusion, digital tourism marketing plays a significant role in supporting the growth of non aero revenue through a destination-based approach and digital collaboration