Himmatul Khairi
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Experience Marketing pada Objek Wisata Panorama dan Lubang Jepang Bukittinggi Muhammad Ilhaam Defaz; Himmatul Khairi
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v1i2.10518

Abstract

Penelitian ini membahas strategi experience marketing pada Objek Wisata Panorama Ngarai Sianok dan Lubang Jepang Bukittinggi sebagai upaya meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan dan kontribusi destinasi terhadap ekonomi lokal. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi penerapan lima dimensi experiential marketing yaitu sense, feel, think, act, relate serta mengevaluasi efektivitasnya dalam membentuk pengalaman yang berkesan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan informan pengelola, pemandu, UMKM, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual, narasi sejarah, dan interaksi sosial telah hadir, namun implementasinya belum terintegrasi dan belum didukung infrastruktur, aktivitas partisipatif, serta strategi digital yang optimal. Pemandu wisata terbukti memiliki peran sentral sebagai pembentuk pengalaman emosional dan edukatif. Kesimpulan utama menyatakan perlunya standarisasi narasi, peningkatan fasilitas, pengembangan aktivitas interaktif, dan penguatan strategi digital untuk memaksimalkan pengalaman wisatawan dan mendorong kunjungan ulang. This study examines the experience marketing strategy implemented at the Panorama Ngarai Sianok and Lubang Jepang tourist attractions in Bukittinggi, aiming to enhance visitor experience and strengthen the destination’s contribution to the local economy. The research seeks to identify the application of the five dimensions of experiential marketing—sense, feel, think, act, and relate—and to evaluate their effectiveness in creating memorable tourism experiences. A qualitative descriptive-exploratory approach was used, involving in-depth interviews, field observations, and documentation with informants such as managers, tour guides, local MSMEs, and visitors. The findings indicate that visual appeal, historical storytelling, and social interaction are present, yet the implementation remains partial and not fully integrated. Limitations include insufficient interpretive materials, limited participatory activities, suboptimal infrastructure, and the absence of a structured digital strategy. Tour guides play a crucial role in shaping emotional and educational experiences. The study concludes that standardized narratives, improved facilities, enhanced interactive activities, and strengthened digital engagement are essential to optimize visitor satisfaction and encourage repeat visits.
Strategi Pengelolaan Brand Image pada Objek Wisata Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta di Kota Bukittinggi Defriyeni; Himmatul Khairi
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v1i2.10538

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi pengelolaan citra (brand image) pada Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi sebagai destinasi heritage dan edukatif. Latar belakang penelitian menyoroti potensi museum sebagai ikon branding kota yang kuat, namun masih terbatasnya promosi digital, pengalaman interaktif, dan storytelling terstruktur menghambat pemanfaatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan non-partisipatif, serta dokumentasi arsip, brosur, dan konten digital. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, & Saldaña melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan museum memiliki modal heritage otentik dan lokasi strategis, namun memerlukan penguatan komunikasi digital, desain pengalaman pengunjung, dan integrasi narasi brand. Strategi brand image yang integratif diharapkan meningkatkan daya tarik, loyalitas pengunjung, serta kontribusi ekonomi lokal. Temuan menegaskan pentingnya modernisasi pengelolaan citra museum agar tetap relevan di era pariwisata kontemporer. This study examines the brand image management strategy of the Bung Hatta Birthplace Museum in Bukittinggi as a heritage and educational tourism destination. The study is motivated by the museum’s potential as a strong city branding icon, yet limited digital promotion, interactive experiences, and structured storytelling constrain its full utilization. A descriptive qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, participatory and non-participatory observations, and documentation of archives, brochures, and digital content. Data analysis followed the Miles, Huberman, & Saldaña (2014) model through data reduction, presentation, and conclusion drawing. Findings indicate that the museum possesses authentic heritage assets and a strategic location but requires strengthened digital communication, visitor experience design, and integrated brand narrative. An integrative brand image strategy is expected to enhance visitor appeal, loyalty, and local economic contributions. The study underscores the importance of modernizing museum image management to maintain relevance in contemporary tourism.