Penelitian ini dilatar belakangi yang mempengaruhi terhadap tinggi rendahnya atau besar-kecilnya upah, adalah sertifikasi kompetensi dan tingkat produktivitas pekerja/buruh..Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah Indeks Harga Konsumen mengalami perubahan terhadap Upah Minimum Kabupaten Berau Dan untuk mengetahui apakah Indeks Harga Konsumen dan Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh terhadap Upah Minumum Kabupaten Berau. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berasal dari data BPS dan sumber sumber yang lainnya terkait dengan Penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda, Analisis Koefisien Determinasi (R Square), Uji F, Uji t, dan Uji Asumsi Klasik, yang akan diolah dengan menggunakan program SPSS versi 25.0. Berdasarkan hasil analisis serta pembahasan yang telah dilakukan terhadap data yang diperoleh dilapangan, maka dapat diperoleh kesimpulkan sebagai berikut Dalam uji asumsi klasik yakni Uji Normalitas, Heteroskediktas dan Multikolinieritas diketahui seluruh variabel memnuhi syarat. Dimana variabel terdistribusi normal, hal ini ditunjukkan oleh setiap ploting yang mengikuti dan berada pada garis diagonalnya. Sedangkan dalam uji heteroskediktas dan uji multikolinieritas dikatahui tidak terjadi heteroskediktas dan multikolinieritas. Hal ini ditunjukkan dengan nilai unstandardized masing-masing variabel lebih besar dan >0.05. Dalm uji parsial diketahui bahwa variabel Indeks Harga konsumen memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Upah Minimum Karyawan sebesar 7.972 dimana nilai T tabel dalam penelitian ini sebsar 1.894. sedangkan variabel Pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh positif yang tidak signifikan, hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung yang lebih kecil dari 1.894 yakni sebesar 0.811. Dalam uji F atau secara simultan diketahui bahwa secara bersama-sama variabel Indeks Harga Konsumen dan Pertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap Upah Minimum kabupaten. Hal ini ditunjukkan dengan besaran nilai F hitung sebesar 88.593, dimana nilai f tabel pada df1=6 dan df2=1 sebesar 5.99. sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh variabel berpengaruh secara signifikan terhadap Upah Minimum Kabupaten. Hal ini juga ditunjukkan dalam uji koefesien Determinasi R2 sebesar 0.967,dimana seluruh variabel independent mampu manggambarkan hubungannya terhadap variabel Upah minimum Kabupaten sebesar 96.7% sedangkan sisanya 3.3% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti dalam penelitianini. Dalam analisis regresi linier berganda diketahui koefesien variabel Indeks Harga Konsumen dan Pertumbuhan Ekonomi bernilai positif masing-masing sebesar (3.048) dan (0.047) yang berarti jika masing2 variabel bernilai konstan dan setiap variabelnya mengalami peningkatan 1 unit akan meningkatkan Upah Minimum Kabupaten sebesar koefesien Variabel tersebut.