Ramli, Muhammad
Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah terhadap Kedisiplinan Guru pada Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Bulukumba Ike Yuliarty; Muhammad Ramli; Sitti Mania
El-Idare Vol 4 No 2 (2018): El-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.417 KB)

Abstract

This research aims to analyze and examine the effect of leadership style of headmaster to teacher discipline at Madrasah Ibtidaiyah of Bulukumba Regency, South Sulawesi. This research is a quantitative research with the ex post facto method. Respondents in this study as much as 92 teachers, taken at random. The data collection techniques used is a questionnaire then analyzed by using regression analysis to examine the hypotheses. The results of this study indicate that the leadership style of headmaster influential positive and significant to teacher discipline with determinants coefficient of 0,305. So, teacher discipline 30,5% influenced by the leadership style of headmaster and 869,5% determined by another factor.
PENERAPAN FUNGSI-FUNGSI AGAMA DALAM MEMBERDAYAKAN ANAK TERLANTAR DI KOTA MAKASSAR Muhammad Ramli
Sulesana Vol 12 No 1 (2018)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v12i1.5654

Abstract

Penelitian ini mencoba menyoroti kondisi pekerja anak yang terpaksa harus melakoni pekerjaannya sebagai konsekuensi kemiskinan keluarganya, sehingga diberi beban oleh orang tuanya untuk mencari nafkah, karena dianggap sangat strategis untuk mencari nafkah. Namun yang menjadi persoalan adalah hilangnya kesempatan anak untuk menuntut pendidikan, kebebasan bermain dan bersosialisasi terlebih kurangnya penanaman nilai agama sebagai acuan dalam menata kehidupan. Hal yang menjadi tantangan berat adalah upaya pemberdayaan fungsi agama pada pekerja anak. Penelitian ini adalah deskriptif sehingga analisisnya adalah kualitatif dengan harapan untuk menggambarkan secara kongkrit tentang fenomena pekerja anak sebagai masalah perkotaan dalam kaitannya dengan pemberdayaan fungsi agama pada pekerja anak sebagai generasi pelanjut. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman dan penerapan agama pada pekerja anak, utamanya dalam shalat, puasa, pendidikan agama, mengaji sangat rendah. Hal ini dimungkinkan karena pada karakteristik pekerja anak adalah hampir semua waktunya dihabiskan pada pekerjaannya, selain itu juga lebih mengutamakan bekerja daripada belajar agama karena itu yang menjadi tuntutan keluarganya yakni mencari nafkah. Maka upaya yang dilakukan dalam menerapkan fungsi agama yakni fungsi kontrol, edukasi, persaudaraan dan penyelamatan melalui rumah singgah, kelompok pengajian, majelis taklim, pendidikan formal, namun belum berjalan maksimal dan menjadikan pekerja anak belum terlalu tertarik untuk memanfaatkan sarana tersebut mereka tetap konsentrasi pada mencari nafkah. Maka model kebijakan yang efektif adalah mendekatkan sarana pemberdayaan pada konsentrasi pemukiman pekerja anak.
AJI UGI: PERGUMULAN ISLAM DENGAN TRADISI LOKAL DAN GAYA HIDUP DALAM MASYARAKAT BUGIS Syamsurijal Adhan; Musafir Pababari; Muhammad Ramli; Wahyuddin Halim
Al-Qalam Vol 26, No 1 (2020)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.786 KB) | DOI: 10.31969/alq.v26i1.846

Abstract

Haji adalah salah satu rukun Islam yang kelima. Umat Islam juga meyakini bahwa haji adalah ibadah yang pahalanya berlipat ganda. Tetapi dalam masyarakat Bugis haji bukan semata-mata praktik ibadah dan ritual untuk memenuhi rukun Islam yang kelima. Haji juga terkait dengan ritual lokal, penanda status sosial, bahkan juga kini menjadi bagian dari gaya hidup.   Penelitian dengan metode kualitatif di salah satu daerah Bugis, yaitu di Segeri kabupaten Pangkajene Kepulauan, menemukan corak haji orang-orang Bugis yang telah mengalami perjumpaan antara ajaran Islam, tradisi lokal dan modernitas. Perjumpaan ini melahirkan corak haji yang unik, sebab diekspresikan dengan cara-cara lokal di satu sisi, sekaligus dipengaruhi modernitas di sisi yang lain. Dalam ekspresi semacam itulah ditemukan praktik yang disebut Haji Bawakaraeng, Haji Calabai (Haji Waria) dan Haji Pa’gaya (Haji yang suka bergaya).  Tetapi di saat yang sama juga ditemukan Haji yang sarat dengan nuansa hikmah, misalnya haji sebagai were na pammase (Haji sebagai takdir dan Rahmat Tuhan) dan haji sebagai assenu-senungeng (ritual haji adalah simbol pengharapan terhadap hal yang baik). Keseluruhan praktik haji semacam itu mencerminkan sebuah praktik keberislaman ala Bugis, yang disebut dengan “Aji Ugi”. Aji Ugi ini menjadi semacam ekspresi Islam lokal yang sekaligus universal, Islam tradisional sekaligus modern.
Peran, Tantangan dan Stratedi Pusat Penjaminan Mutu di Perguruan Tinggi Islam di Indonesia Sul Pratama Putra; Moh. Juharis; Muhammad Ramli; Mardhiah Mardhiah
JURNAL MAPPESONA Vol. 8 No. 2 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/mappesona.v8i2.5931

Abstract

This study aims to examine the role, challenges, and strategies of Quality Assurance Centers in Islamic Higher Education Institutions. Using a qualitative descriptive method, the research explores how internal and external quality assurance systems are implemented to improve educational standards. Data were analyzed through document studies and literature reviews relevant to the quality assurance framework in higher education. The findings show that Quality Assurance Centers play a strategic role in ensuring academic, managerial, and ethical standards in line with Islamic values. However, various challenges arise, such as limited human resources, lack of commitment, and misalignment of regulations. To overcome these obstacles, strategic efforts are required, including strengthening internal systems, promoting a culture of quality, leveraging information technology, and enhancing governance and collaboration among stakeholders. The study concludes that the success of quality assurance in Islamic universities depends on consistent implementation, strong leadership, and stakeholder involvement to ensure sustainable improvement in educational quality.