Ni Putu Fanny Mertyana
Fakultas Hukum, Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN LISENSI DALAM PERLINDUNGAN ATAS HAK CIPTA KARAKTER ANIMASI Ni Putu Fanny Mertyana; Made Cinthya Puspita Shara
Kertha Desa: Journal Ilmu Hukum Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Hukum Unversitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri animasi membuat karakter animasi semakin sering dipakai dalam berbagai aktivitas komersial, sehingga perlindungan terhadap hak ekonomi pencipta menjadi semakin penting untuk diperhatikan. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana perjanjian lisensi berperan sebagai mekanisme hukum yang memberi dasar penggunaan karakter animasi secara sah, sekaligus menganalisis akibat hukum bagi pihak yang memanfaatkan karakter animasi tanpa memperoleh lisensi dari pencipta atau pemegang Hak Cipta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang dianalisis melalui bahan hukum primer dan sekunder terkait pengaturan Hak Cipta dan lisensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lisensi tidak hanya dipahami sebagai bentuk izin pemanfaatan ciptaan, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen perlindungan yang menjaga hak ekonomi pencipta dan mencegah terjadinya pelanggaran dalam praktik komersialisasi karakter animasi. Penggunaan karakter animasi tanpa lisensi dikualifikasikan sebagai pelanggaran Hak Cipta berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014, yang dapat menimbulkan pertanggungjawaban perdata dan pidana serta berpotensi merugikan pencipta secara moral maupun ekonomi. Selain itu, pendaftaran ciptaan tetap memiliki peran penting sebagai alat pembuktian ketika terjadi sengketa. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan agar pelaku usaha lebih memperhatikan kewajiban lisensi sebelum menggunakan karakter animasi, serta perlunya penguatan edukasi dan pengawasan oleh pemerintah agar perlindungan hak ekonomi pencipta dapat berjalan lebih optimal. The development of the animation industry has led animated characters to be increasingly used in various commercial activities, making the protection of creators’ economic rights increasingly important to pay attention to. In this context, this study aims to explain the role of licensing agreements as a legal mechanism that provides a valid basis for the commercial use of animated characters, as well as to analyze the legal consequences for parties who use animated characters without obtaining a license from the creator or copyright holder. This research applies a normative legal research method with a statutory and conceptual approach, examined through primary and secondary legal materials related to copyright regulation and licensing. The results of the study show that licensing is not only understood as permission to use a work, but also functions as a legal instrument that protects the creator’s economic rights and helps prevent violations in the commercialization of animated characters. The use of animated characters without a license is classified as a copyright infringement under Law Number 28 of 2014 on Copyright, which may result in civil and criminal liability and potentially cause both moral and economic losses to the creator. In addition, copyright registration still plays an important role as supporting evidence in the event of a dispute. Based on these findings, this study suggests that business actors should prioritize obtaining licenses before using animated characters, and that stronger legal education and government supervision are needed to ensure more optimal protection of creators’ economic rights.