Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etnobotani tanaman di lanskap Pura Luhur Batukaru dan Pura Luhur Uluwatu, Bali Anak Agung Keswari Krisnandika; I Dewa Gede Agung Surya Pranditha; Ni Wayan Febriana Utami; Ikhsan Noviady
Jurnal Arsitektur Lansekap Vol. 11, No. 1 April 2025
Publisher : Prodi Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JAL.2025.v11.i01.p13

Abstract

Differences in socio-cultural conditions and landscapes of an area can cause differences in the types of plants cultivated. This ethnobotanical study aims to inventory, map, and document various types of plants and their relationships with humans for cultural conservation purposes. The survey method was used to inventory plant types in Batukaru Temple (mountains) and Uluwatu (hills) as well as the yards of residents in both villages. The results of the study showed that plants cultivated in the Batukaru Temple area and the yards of residents of Wongaya Gede Village have a low level of similarity (Sorensen index 0.2) with plants in the Uluwatu Temple area and the yards of residents of Pecatu Village. However, the use and preferences of the community towards plants are more directed towards aesthetic functions compared to other functions such as rituals, medicine, and consumption. Codiaeum variegatum, Bougainvillea glabra and Plumeria sp. are plants with high frequencies and are found in both areas.
KONSEP TRADISIONAL BALI PADA KAWASAN INDONESIA TOURISM DEVELOPMENT CORPORATION (ITDC) NUSA DUA, KABUPATEN BADUNG, PROVINSI BALI I Dewa Gede Agung Surya Pranditha; I Gusti Agung Ayu Rai Asmiwyati; Kadek Edi Saputra
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i3.006

Abstract

Pesatnya perkembangan Bali sebagai destinasi wisata unggulan berpotensi mengakibatkan terjadinya perubahan budaya dan memudarnya konsep arsitektur tradisional Bali di Kawasan pariwisata khususnya ITDC. Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlu dilakukan identifikasi konsep arsitektur tradisional Bali dan kesesuaian ruang terhadap kegiatan di ITDC yang berbasis Tri Hita Karana (THK). Penelitian ini memuat tiga tahapan utama yaitu studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara. Data penelitian diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga konsep Tradisional Bali yang diterapkan pada kawasan ITDC yaitu Tri Hita Karana, Tri Mandala, Catur Warna. Tri Hita Karana terlihat dari pembagian ruang berdasarkan tingkat kesucian yaitu parhyangan, pawongan, palemahan. Konsep Tri Mandala membagi ruang berdasarkan keseimbangan dengan orientasi kangin kauh/timur barat, dan konsep Catur warna terbukti dari konsep penanaman tanaman yang sesuai dengan warna arah mata angin di Bali. Hasil penelitian juga menunjukan kesesuaian ruang terhadap kegiatan berdasarkan konsep Tri Hita Karana di ITDC terbukti dari kegiatan yang dilaksakan berdasarkan zona sakral dan profan dimana area parhyangan yang digunakan sebagai zona persembahyangan, pawongan sebagai zona akomodasi wisatawan, dan palemahan sebagai zona pengelolaan limbah. Temuan ini berkontribusi secara praktis terhadap upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Bali melalui penerapan prinsip arsitektur tradisional yang selaras dengan nilai-nilai lokal dan keseimbangan lingkungan.