Willy Tasdin
Psikologi, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Harga Diri dan Perilaku Narsisme pada Generasi Z Eka Febrianti; Roswiyani Roswiyani; Willy Tasdin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29685

Abstract

Pada dewasa ini perilaku narsisme banyak dilakukan oleh generasi Z. Salah satu variabel yang diduga berperan terhadap perilaku narsisme adalah harga diri, oleh karena itu dilakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan perilaku narsisme pada generasi Z. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 241 (60 laki-laki, 181 perempuan) di Jakarta. Penelitian ini menggunakan teknik sampling non-probability sampling. Peneliti menyebarkan kuesioner secara online menggunakan media sosial dengan melalui Google Form. Instrumen penelitian ini adalah Narcissistic Personality Inventory-16 (NPI-16) Versi adaptasi untuk mengukur perilaku narsisme dan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) versi adaptasi untuk mengukur harga diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara harga diri dan perilaku narsisme (r=.063,p>.05), yang berarti temuan ini menunjukkan bahwa tingkat harga diri tidak secara langsung berkaitan dengan tinggi atau rendahnya perilaku narsisme. Lalu, mayoritas partisipan berusia 21  tahun dan berstatus belum bekerja 74.3%. Generasi Z yang tumbuh dengan teknologi digital tentu rentan melakukan perilaku narsisme. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perilaku narsisme adalah self esteem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dan perilaku narsisme pada generasi Z. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 241 (60 laki-laki, 181 perempuan) di Jakarta. Penelitian ini menggunakan teknik sampling non-probability sampling. Peneliti menyebarkan kuesioner secara online menggunakan media sosial dengan melalui Google Form. Instrumen penelitian ini adalah Narcissistic Personality Inventory-16 (NPI-16) Versi adaptasi untuk mengukur perilaku narsisme dan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) versi adaptasi untuk mengukur self esteem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara self esteem dan perilaku narsisme (r=0.05,p=0.328). Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat self esteem tidak secara langsung berkaitan dengan tinggi atau rendahnya perilaku narsisme. Lalu, mayoritas partisipan berusia 21 tahun dan berstatus belum bekerja 74.3%.