Ringga Piska
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Dampak Impulsive Buying Pada Perilaku Berhutang Pada Masyarakat Dengan Aplikasi Pinjaman Online (Studi Kasus: Masyarakat Nagari Malalak Timur Kecamatan Malalak Kabupaten Agam) Ringga Piska; Nini Sumarni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digitalisasi telah mengubah aktivitas ekonomi secara signifikan, khususnya dalam pola perilaku konsumsi dan belanja online, yang mendorong munculnya fenomena impulsive buying.. Keterbatasan keuangan konsumen sering kali disiasati melalui penggunaan aplikasi pinjaman online (pinjol) sebagai solusi instan. Namun, tanpa perencanaan keuangan yang matang, hal ini berisiko menimbulkan masalah serius seperti jeratan utang dan tekanan finansial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak finansial dan sosial dari perilaku impulsive buying yang difasilitasi oleh pinjaman online, sekalipun dalam jangka pendek juga jangka panjang, dengan masyarakat di Nagari Malalak Timur, Kec. Malalak, Kab. Agam. Metode yang dikenakan yakni pendekatan kualitatif serta jenis penelitian deskriptif. Teknik penghimpunan data melingkup, observasi, wawancara, kuesioner,juga dokumentasi. Analisis data dijalankan lewat langkah pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkap didalam jangka pendek, perilaku impulsive buying menyebabkan pengeluaran berlebihan, penyesalan setelah berbelanja, stres finansial, dan kesukaran memenuhi kebutuhan pokok. Dalam jangka panjang, ketergantungan daripada pinjaman online memicu siklus utang yang kontinu, tekanan ekonomi berkelaluan, serta ketergantungan pada layanan keuangan digital. Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas hidup, baik secara ekonomi juga psikologis, sehingga diperlukan edukasi keuangan dan pengendalian diri dalam konsumsi.