Penelitian ini berfokus pada salah satu ajaran dalam Tarekat Syattariyah, yaitu Mangaji Tubuh yang dipraktikkan di Jorong Koto Tinggi, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman. Tarekat Syattariyah merupakan salah satu tarekat penting dalam tradisi tasawuf Islam yang berasal dari ajaran Syaikh Abdullah Asy-Syattar, seorang penerus dari tarekat Suhrawardiyah. Ajaran Mangaji Tubuh memiliki keunikan karena mengintegrasikan pemahaman aspek lahiriah dan batiniah manusia sebagai media pendalaman spiritual dan pendekatan kepada Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap praktik Mangaji Tubuh, wawancara mendalam bersama guru serta jamaah, dan analisis dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mangaji Tubuh memandang tubuh manusia sebagai unsur penting dalam perjalanan spiritual, yang terbagi ke dalam dua dimensi utama, yaitu tubuh lahiriah (jasmani/kasar) dan tubuh batiniah (ruh/halus). Tubuh lahir difungsikan sebagai wadah fisik yang bergerak dan beraktivitas, sedangkan tubuh batin diyakini sebagai esensi ruhani yang bersifat tidak terbatas, tidak kasat mata, dan menjadi pusat kesadaran spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Mangaji Tubuh merupakan bentuk pengajaran tasawuf yang menekankan pentingnya pengenalan diri (ma’rifat al-nafs) sebagai jalan menuju pengenalan dan kedekatan dengan Allah (ma’rifatullah). Ajaran ini menunjukkan keterpaduan antara aspek fisik dan spiritual sebagai fondasi pembinaan kesadaran keagamaan dalam Tarekat Syattariyah.