Penelitian mengenai persaingan usaha antara pedagang kaki lima dan toko franchise di kawasan pendidikan tinggi masih menunjukkan kesenjangan terkait pemahaman faktor-faktor sosial yang memicu maupun meredam konflik di ruang perdagangan informal. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dinamika persaingan serta mengidentifikasi faktor-faktor pemicu konflik antara pedagang kaki lima dan toko franchise di sekitar Universitas Negeri Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan tiga pedagang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pedagang terhadap franchise sangat bervariasi, dipengaruhi oleh pengalaman berjualan, karakteristik konsumen, serta daya tarik franchise berbasis tren dan fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Temuan juga menunjukkan bahwa potensi konflik relatif rendah karena keberadaan norma sosial lokal, pembagian ruang yang bersifat informal, serta mekanisme penyelesaian berbasis kekeluargaan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan teori konflik sosial dan ekonomi informal, sekaligus memperluas pemahaman mengenai interaksi usaha lokal dan franchise dalam konteks wilayah kampus. Implikasi praktis penelitian menekankan pentingnya menjaga komunikasi antarpedagang dan pemangku kepentingan lokal untuk menciptakan lingkungan usaha yang harmonis. Studi ini juga membuka peluang penelitian lanjutan dengan melibatkan jumlah partisipan yang lebih luas dan memasukkan perspektif konsumen maupun pemilik franchise.