Konflik dalam kelompok belajar merupakan fenomena yang sering muncul pada lingkungan pendidikan tinggi, namun kajian yang secara khusus mengidentifikasi bentuk konflik, penyebab, dampak, dan strategi penyelesaiannya masih terbatas pada konteks mahasiswa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa Universitas Negeri Padang dalam menghadapi konflik kelompok belajar serta menguraikan pola penyelesaian yang mereka gunakan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 22 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terbuka dan dianalisis dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dalam kelompok belajar umumnya berbentuk ketidakterlibatan anggota, perbedaan pendapat, ketidakcocokan karakter, ketidakadilan pembagian tugas, dan kurangnya komunikasi. Konflik berdampak pada keterlambatan penyelesaian tugas, meningkatnya beban kerja anggota aktif, menurunnya produktivitas, serta munculnya respons emosional negatif. Strategi penyelesaian yang digunakan mahasiswa meliputi diskusi terbuka, kompromi, negosiasi, voting, dan mediasi pihak ketiga. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian manajemen konflik dalam pembelajaran kolaboratif serta menawarkan implikasi praktis bagi pendidik dalam merancang intervensi untuk meningkatkan efektivitas kerja kelompok. Studi ini juga membuka peluang penelitian lanjutan terkait dinamika konflik dalam konteks program studi atau budaya akademik yang berbeda.