Husin Bafadhal
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pengelolaan Zakat Terintegrasi Antara BAZNAS dan LAZ Dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat Husin Bafadhal; Illy Yanti; Hendri Firmansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat apabila dikelola secara profesional, terarah, dan berkelanjutan. Selama ini, pengelolaan zakat tidak hanya difokuskan pada bantuan konsumtif, tetapi mulai diarahkan pada zakat produktif yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengelolaan zakat, khususnya melalui lembaga seperti BAZNAS, LAZ, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal, buku, dan dokumen resmi yang berkaitan dengan manajemen zakat dan program zakat produktif. Data dianalisis secara deskriptif dan disintesiskan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa zakat yang disalurkan dalam bentuk bantuan usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan berkelanjutan mampu meningkatkan pendapatan serta kemandirian mustahik. Dengan pengelolaan yang efektif dan terintegrasi, zakat berperan penting dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
THE EXISTENCE AND DEVELOPMENT OF ISLAMIC LAW INSTITUTIONS IN INDONESIA Hasbi Umar; Husin Bafadhal; Reza Rahmatullah
JURNAL HAKAM Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jhi.v9i2.12670

Abstract

This study discusses the existence and development of Islamic legal institutions in Indonesia from historical, sociological, and juridical perspectives. Islamic law in the archipelago has been present since the early days of Islamization and has functioned in the areas of marriage, inheritance, and muamalah, although during the colonial period its role was narrowed through the theory of receptie. After independence, Islamic law gained formal legitimacy with the establishment of the Religious Court and was strengthened through various regulations, such as the Religious Court Law, the Compilation of Islamic Law, and legislation on zakat, waqf, and sharia economics. The research method used was qualitative with a historical-sociological approach, through literature review and descriptive-analytical analysis. The results of the study show that the process of integrating Islamic law into positive law took place gradually, from social norms to state law, and now has strong formal legitimacy in the national legal system. However, challenges in the form of legal dualism, social plurality, and harmonization with international law remain fundamental issues. Therefore, synergy between scholars, academics, and policymakers is needed to strengthen the position of Islamic law so that it remains relevant, applicable, and contributes to national legal development