Isrina Siregar
Pendidikan Sejarah, Universitas Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Mandi Balimau sebagai Wujud Akulturasi Kebudayaan Islam di Kabupaten Kerinci Dira Alndari; Yessi Uspa Pratama; Isrina Siregar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mandi Balimau merupakan suatu tradisi yang berkembang di Semurup Kabupaten Kerinci. Tradisi Mandi Balimau merupakan suatu tradisi dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang dilakukan setiap satu tahun sekali yang bertujuan sebagai bentuk penyucian diri secara lahir dan batin. Di Kerinci, mandi balimau juga termasuk dalam rangkaian kenduri sko dan memiliki tujuan yang sama yaitu menyucikan diri dari hal-hal ghaib dan untuk menghindari dari wabah penyakit. Tradisi Mandi Balimau ini juga merupakan bentuk dari akulturasi kebudayaan Hindu dengan kebudayaan Islam. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Mandi Balimau serta fungsinya bagi masyarakat, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi mandi balimau ini sangat berkembang pada masyarakat Kerinci mulai dari tatacara pelaksanaannya sampai dengan proses akulturasi didalam tradisi ini, yang mana sampai saat ini masyarakat Kerinci masih melakukan tradisi mandi balimau.
Perkembangan Islam di Sumatera sebagai Gerbang Islamisasi Nusantara Dicko Aditya; M Haikal Parwansyah; Isrina Siregar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis perkembangan Islam di Sumatra serta perannya sebagai gerbang Islamisasi Nusantara. Posisi geografis Sumatra yang strategis di jalur perdagangan internasional menjadikannya wilayah awal interaksi antara masyarakat lokal dan komunitas Muslim. Islam berkembang di Sumatra melalui jalur perdagangan, dakwah, dan interaksi sosial secara bertahap dan damai. Peran kerajaan-kerajaan Islam, terutama Samudra Pasai dan Kesultanan Aceh Darussalam, memperkuat proses Islamisasi melalui jaringan politik, ekonomi, dan keilmuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi kepustakaan dan analisis historis terhadap sumber-sumber sejarah dan kajian akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sumatra tidak hanya menjadi wilayah awal penerimaan Islam, tetapi juga berfungsi sebagai pusat penyebaran dan pembentukan tradisi Islam di Nusantara. Dengan demikian, Sumatra memiliki kontribusi strategis dalam membentuk perkembangan Islam di Indonesia.