Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai-nilai Pancasila dan spirit entrepreneurial dalam pengembangan inovasi kewirausahaan sekolah sebagai respons terhadap rendahnya kultur kewirausahaan dan lemahnya internalisasi nilai karakter di satuan pendidikan. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena empiris bahwa praktik kewirausahaan sekolah masih didominasi aktivitas teknis seperti penjualan sederhana, tanpa orientasi pada kreativitas, kolaborasi, dan pembentukan karakter. Nilai-nilai Pancasila yang seharusnya menjadi fondasi etis dan moral dalam berwirausaha belum diimplementasikan secara komprehensif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur terstruktur melalui analisis terhadap sumber-sumber ilmiah, dokumen kebijakan nasional, serta penelitian relevan mengenai pendidikan karakter dan kewirausahaan sekolah. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui proses reduksi, kategorisasi, dan sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai Pancasila dan spirit entrepreneurial membuka peluang untuk membangun model kewirausahaan sekolah yang lebih inovatif, berkarakter, dan berkelanjutan. Nilai Pancasila seperti gotong royong, empati, musyawarah, dan keadilan sosial memiliki keterkaitan kuat dengan karakter entrepreneurial modern seperti kreativitas, pemecahan masalah, kepemimpinan kolaboratif, dan orientasi keberlanjutan. Integrasi keduanya mampu memperkuat pembelajaran kewirausahaan berbasis proyek, kolaborasi, dan etika bisnis, sehingga peserta didik tidak hanya belajar menciptakan produk, tetapi juga memahami nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial dalam setiap proses berwirausaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model integratif ini relevan untuk menjawab tantangan pendidikan abad 21 sekaligus memperkuat identitas kebangsaan dalam praktik kewirausahaan sekolah.