Penelitian ini dilakukan karena Corporate Social Responsibility (CSR) dianggap penting olleh perusahaan sebagai strategi keberlanjutan perusahaan, di mana PT Unilever Indonesia Tbk dikenal konsisten dalam penerapannya. Namun, terdapat kesenjangan penelitian mengenai apakah pengungkapan CSR berkontribusi nyata terhadap performa keuangan, mengingat adanya tekanan profitabilitas yang dialami perusahaan. Penelitian ini dilakukan karena memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan antara pengungkapan CSR terhadap performa keuangan perusahaan yang dinilai berdsarkan Return on Assets (ROA) serta Return on Equity (ROE) pada periode 2020–2023. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan asosiatif. Data sekunder diterima melalui laporan tahunan serta laporan keberlanjutan PT Unilever Indonesia Tbk. Variabel independen yang digunakan adalah pengungkapan CSR yang diukur menggunakan Corporate Social Responsibility Disclosure Index (CSRDI) berdasarkan standar GRI, sedangkan variabel dependen adalah kinerja keuangan (ROA dan ROE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengungkapan CSR PT Unilever Indonesia Tbk tergolong tinggi dan stabil dengan nilai CSRDI rata-rata 0,93. Namun, kinerja keuangan menunjukkan tren penurunan, di mana ROA turun dari 35,12% (2020) menjadi 26,95% (2023) dan ROE turun dari 146,94% menjadi 132,35%. Disimpulkan bahwa tingginya tingkat pengungkapan CSR pada periode pengamatan belum sanggup untuk mendorong kenaikan dari profitabilitas secara langsung atau secara singkat, yang kemungkinan dapat disebabkan dengan adanya dominasi faktor eksternal dan kondisi ekonomi.