Arismunandar Arismunandar
Administrasi Pendidikan, Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakterisasi Pengelolaan Satuan Pendidikan Berbasis Boarding School Fatimah Ulya Azzahra; Rahmi Rahmi; Nur Afdiningsi; Ahlun Ansar; Arismunandar Arismunandar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boarding School sebagai lembaga pendidikan Islam berasrama memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, beradab, dan mandiri. Mutu lembaga sangat dipengaruhi oleh bagaimana model pengelolaan yang diterapkan, meliputi kepemimpinan, manajemen lembaga, pembinaan santri, serta pelaksanaan kurikulum terpadu. Penelitian ini memfokuskan kajian pada bagaimana model pengelolaan yang diterapkan di Boarding School Al-Biruni Mandiri Makassar dalam menciptakan sistem pendidikan yang efektif dan berkarakter. Tujuannya untuk memperoleh gambaran dan menganalisis penerapan model pengelolaan boarding school yang mengintegrasikan nilai akademik, spiritual, dan sosial santri. Penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan kepala sekolah dan pengurus asrama, serta analisis dokumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif untuk memahami konteks pengelolaan pendidikan melalui program keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan di Boarding School Al-Biruni Mandiri Makassar menerapkan kepemimpinan partisipatif dan humanistik, dengan sistem manajemen sederhana namun efektif. Sekolah ini memiliki program unggulan seperti Tahfidz 30 juz, English Cambridge, Aloha, dan program menulis Al-Biruni, yang dirancang untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal. Kurikulum dilaksanakan secara terpadu antara pendidikan nasional dan keislaman, sedangkan pembinaan karakter santri dilakukan melalui pembiasaan ibadah, kegiatan asrama yang disiplin, serta kegiatan ekstrakurikuler yang membangun kemandirian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pengelolaan ini berpengaruh positif terhadap pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian santri. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan agar sekolah memperkuat pelatihan guru dan pembina dalam integrasi kurikulum Islami, meningkatkan sistem evaluasi karakter, serta memperluas kolaborasi dengan orang tua untuk menjaga konsistensi nilai pendidikan di rumah dan asrama.
Analisis Implementasi Program Pendidikan Inklusi Muh Fu’ad Al Fauzan; Rasyiqah Aprilia Bachtiar; Ahlun Ansar; Nur Muthahra; Arismunandar Arismunandar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusi merupakan upaya penting dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Latar belakang penelitian ini berangkat dari komitmen Sekolah Islam Terpadu (SDIT) Darul Fikri Makassar dalam melaksanakan pendidikan inklusi secara menyeluruh dan terintegrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program pendidikan inklusi di sekolah tersebut, meliputi kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada kepala sekolah sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDIT Darul Fikri Makassar telah memiliki kebijakan inklusi yang kuat melalui pembentukan Departemen Pengembangan Inklusi (DPI), pelibatan guru pendamping khusus (GPK), serta penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI). Fasilitas ramah ABK seperti ruang terapi dan ruang sensori juga menjadi pendukung keberhasilan pembelajaran. Namun, perbedaan latar belakang GPK masih menjadi kendala utama, sehingga sekolah terus melakukan pelatihan rutin dan peningkatan kompetensi guru. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan sekolah inklusif memerlukan dukungan kebijakan yang konsisten, kolaborasi antara guru dan orang tua, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.