Indah Pratiwi
Teknik Energi, Politeknik Negeri Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Logam Nol Valen sebagai Donor Hidrogen untuk Proses Hydrotreating Minyak Jelantah Produksi Green Diesel Septa Satriansyah Sarwan; Griselda Iftitah Zabrina; Ahmad Zikri; Indah Pratiwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green diesel merupakan solusi dalam memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi sumber bahan bakar yang dapat mengurangi ketergantungan energi nasional terhadap energi fosil. dengan proses hydrotreating dan hidrogen membuat terjadinya pemisahan ikatan rangkap dan gugus oksigen yang terkandung di dalam minyak nabati. Pada penelitian ini memanfaatkan logam nol valen Fe dan Zn 5%,10%,15% wt sebagai donor hidrogen, variasi temperatur proses 370,400,430,460°C, tekanan proses 10 bar, menggunakan bahan baku minyak jelantah 3 liter dan katalis NiMo/γ-Al2O3. Dari hasil penelitian, didapatkan % yield tertinggi 36,31% menggunakan Zn 10% sebagai donor hidrogen dan temperatur proses 430°C. Adapun hasil analisa karakteristik produk green diesel, analisa Viskositas penggunaan donor hydrogen Fe berada pada rentang 1,993-2,347Cst sedangkan pada penggunaan donor hydrogen Zn berada pada rentang 2,35-2,948 Cst. Analisa densitas penggunaan donor hydrogen Fe berada pada rentang 717,5-855 Kg/m3 , sedangkan pada penggunaan donor hydrogen Zn berada pada rentang 802,9-861,7 Kg/m3. Analisa nilai titik nyala penggunaan donor hydrogen Fe berada pada rentang 59-69 ̊C, sedangkan pada penggunaan donor hydrogen Zn berada 58-68 ̊C. Hal ini juga didukung berdasarkan hasil analisa Gas Cromatography Mass Spectrometry (GC-MS) yang menyatakan terdapat kandungan bahan bakar kandungan C9-C14 sebesar 19,54%, C15-C18 42,82%, C19-C20 2,33% dan >C20 35,51% sedangkan pada penggunaan donor hydrogen Zn C9-C14 sebesar 10,92%, C15-C18 40,91%, C19-C20 2,10% dan >C20 45,95%. Dari hasil analisa tersebut produk green diesel yang dihasilkan telah memenuhi standar Green Diesel European Standards EN15940:2016/A1:2018
Teknologi Pirolisis Rendah Emisi Dalam Proses Pengasapan Ikan Salai Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Manajemen Masyarakat Indah Pratiwi; Letty Trisnaliani; Bainil Yulina; Tria Apriyanti; Bimo Pamungkas; Sigi Pegi Ramadhani
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/nzr8fk12

Abstract

Provinsi Sumatera Selatan memiliki potensi besar di sektor perikanan, dengan ikan salai sebagai produk olahan utama yang diminati masyarakat. Salah satu sentra penghasil ikan salai terbesar berada di Desa Sungai Kedukan, Kabupaten Banyuasin I, yang telah beroperasi 45 tahun melibatkan masyarakat dalam produksi. Menyediakan berbagai jenis ikan seperti, ikan patin, lele, dan baung. Namun, mitra masih memanfaatkan metode pengasapan tradisional dengan ruang bakar terbuka menghasilkan asap yang mengandung karbon monoksida mencemari udara, mengganggu kesehatan pekerja, waktu pengasapan lebih dari 24 jam per siklus, dan menyebabkan pemborosan bahan bakar; selain itu, manajemen keuangan bergantung pada pencatatan manual yang rentan kesalahan. Kegiatan pengabdian ini mengusulkan teknologi pengasapan pirolisis rendah emisi dengan sistem tertutup yang mengkonversi asap menjadi asap cair, dilengkapi energi surya, serta aplikasi manajemen stok barang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, workshop, pelatihan, dan evaluasi dengan melibatkan 20 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman Masyarakat terhadap teknologi yang semula hanya 15% menjadi 89-95%, dengan 92% mitra mampu mengoperasikan teknologi mandiri, penghematan bahan bakar 60% (Rp 2.400.000/bulan), pengurangan waktu produksi menjadi 8-12 jam, peningkatan kapasitas produksi 30%, kenaikan harga jual 15%, pengurangan emisi 60%, dan proyeksi peningkatan omzet 40-50%, sehingga memberdayakan ekonomi desa berkelanjutan dan mendukung SDG's 7 dan 12.