Annisa Rahmadhani
Ilmu Komunikasi, Universitas Trunojoyo Madura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Gender dalam Interaksi Verbal dan Nonverbal Tokoh True Beauty Analisis Wacana Multimodal terhadap Dinamika Feminitas dan Maskulinitas di Lingkungan Sekolah Annisa Rahmadhani; M. Naufal Wahyu P
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengkaji bagaimana representasi gender dibentuk melalui interaksi verbal dan nonverbal dalam drama korea True Beauty, khususnya dalam lingkungan sekolah. Fokus penelitian ini adalah pada konstruksi feminitas dan maskulinitas yang tidak hanya ditampilkan melalui percakapan antar tokoh, tetapi juga melalui ekspresi wajah, gestur tubuh, tata busana, dan visual yang bekerja secara simultan menghasilkan makna mengenai gender. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis wacana multimodal untuk menafsirkan simbol secara verbal dan nonverbal yang membentuk identitas gender dalam enam belas episode drama korea True Beauty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa feminitas pada awal alur cerita direpresentasikan sebagai identitas yang bergantung pada penampilan fisik, terutama menggunakan makeup sebagai strategi agar tokoh perempuan dapat diterima dilingkungan masyarakat terutama dalam lingkungan sekolah. Sementara itu, maskulinitas digambarkan melalui dominasi, kontrol emosi, dan fisik sebagai indikator status. Seiring berkembangnya cerita dalam drama True Beauty terjadi pergeseran representasi dimana tokoh perempuan mulai menunjukkan keberanian untuk menampilkan identitas nya, sedangkan tokoh laki - laki mulai mengekspresikan kerentanan emosional. Penelitian ini menegaskan bahwa drama True Beauty memiliki dua fungsi, yang pertama adalah memperkuat norma gender melalui estetika fisik dan relasi kekuasaan melalui dinamika multimodal komunikasi antar tokoh. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran dalam membentuk persepsi gender pada kalangan remaja, sehingga literasi menjadi penting agar penonton mampu memahami konstruksi gender dalam budaya.