Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model Reciprocal Teaching terhadap kemampuan berpikir logis dan kemampuan visualisasi siswa sekolah dasar. Model Reciprocal Teaching merupakan suatu pendekatan pembelajaran kolaboratif yang terdiri dari empat tahapan utama, yaitu predicting (memprediksi), questioning (mengajukan pertanyaan), clarifying (menjelaskan), dan summarizing (merangkum), yang dirancang untuk melatih siswa dalam memahami dan mengolah informasi secara lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental dan melibatkan dua kelompok siswa, yaitu kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan model Reciprocal Teaching dan kelompok kontrol yang diberi pembelajaran konvensional. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari penerapan model Reciprocal Teaching terhadap kemampuan berpikir logis maupun kemampuan visualisasi siswa. Kemampuan berpikir logis siswa meningkat secara signifikan dari nilai rata-rata pretest sebesar 56,67 menjadi 81,67 pada posttest. Sementara itu, kemampuan visualisasi siswa juga mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 55,42 menjadi 78,33. Peningkatan kemampuan berpikir logis tercermin dari meningkatnya kemampuan siswa dalam menyusun argumen, menganalisis informasi, dan menarik kesimpulan secara sistematis. Adapun peningkatan kemampuan visualisasi terlihat dari kemampuan siswa dalam merepresentasikan informasi menggunakan peta konsep, diagram, gambar, dan media visual lainnya secara lebih efektif. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Reciprocal Teaching merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis dan visualisasi siswa di jenjang sekolah dasar, serta dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran aktif dan bermakna dalam proses belajar mengajar.