Khoirunnisa Khoirunnisa
Pendidikan Islam Anak Usia Dini, UIN Sumatera Utara Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru PAUD Dalam Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Melalui Observasi dan Asesmen Autentik: Studi Literatur Zahrotul Ubbah Harahap; Khoirunnisa Khoirunnisa; Annisa ‘Ul-Husna Zebua; Khadijah Khadijah; Homsani Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi dini gangguan perkembangan anak usia dini merupakan upaya penting untuk memastikan anak memperoleh intervensi yang tepat sejak awal. Guru PAUD memiliki peran strategis dalam proses ini karena berinteraksi langsung dengan anak dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru PAUD dalam melakukan deteksi dini gangguan perkembangan anak melalui observasi dan asesmen autentik, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan guru dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, temuan, dan tema utama terkait deteksi dini, observasi, dan asesmen autentik di PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru PAUD berperan sebagai pengamat utama perkembangan anak melalui observasi langsung dan asesmen autentik yang berbasis aktivitas nyata. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan pemahaman terhadap indikator perkembangan, minimnya pelatihan dan instrumen asesmen, tingginya rasio guru-anak, serta kurangnya dukungan institusi dan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, penyediaan instrumen asesmen yang sistematis, serta dukungan kebijakan dan kerja sama dengan orang tua dan tenaga profesional agar deteksi dini gangguan perkembangan anak dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.