Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuatan kerajinan tradisional dan produk pangan lokal khas Mentawai, khususnya kalung tradisional dan abon ikan, sebagai upaya pelestarian nilai budaya sekaligus pengembangan ekonomi berbasis masyarakat. Melalui pendekatan kualitatif dan observasi langsung selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Matobe, proses produksi kedua produk tersebut diuraikan secara sistematis. Pembuatan kalung khas Mentawai melibatkan pemilihan manik-manik, perancangan pola, serta perakitan menggunakan benang dan lem, yang mencerminkan identitas budaya lokal. Sementara itu, produksi abon ikan dimulai dari pembersihan ikan, pengukusan, penyuiran, pencampuran bumbu tradisional, hingga penggorengan hingga kering. Kedua proses ini tidak hanya bernilai ekonomi tinggi sebagai komoditas UMKM, tetapi juga berperan dalam pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. Partisipasi aktif masyarakat, didukung oleh pelatihan dan promosi melalui media sosial, turut meningkatkan daya saing produk di pasar modern. Temuan menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya dengan inovasi teknis dan pemasaran digital mampu mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan demikian, pengembangan produk tradisional seperti kalung Mentawai dan abon ikan berpotensi menjadi model pengembangan desa yang berkelanjutan.