Perkembangan teknologi digital telah mengubah praktik pengasuhan, salah satunya melalui penggunaan perangkat digital sebagai digital pacifier untuk menenangkan anak ketika rewel, tantrum, atau mengalami ketidaknyamanan emosional. Fenomena ini semakin umum pada anak usia dini yang berada pada tahap krusial perkembangan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pengasuhan digital pacifier terhadap regulasi emosi anak usia dini berdasarkan temuan-temuan empiris dalam literatur. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan scoping review terhadap artikel-artikel ilmiah yang relevan dengan topik penggunaan media digital dalam pengasuhan dan regulasi emosi anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media digital sebagai alat penenang cenderung memberikan efek jangka pendek dalam meredakan emosi negatif anak, namun berpotensi menghambat perkembangan keterampilan regulasi emosi internal, seperti kemampuan menenangkan diri, toleransi frustrasi, dan pengelolaan emosi secara adaptif. Selain itu, pola pengasuhan yang terlalu bergantung pada digital pacifier dapat mengurangi kualitas interaksi orang tua–anak yang berperan penting dalam pembelajaran emosi. Namun demikian, penggunaan media digital yang disertai pengawasan orang tua, pembatasan durasi, serta interaksi yang responsif dapat meminimalkan dampak negatif dan bahkan mendukung perkembangan sosial-emosional anak. Kajian ini menegaskan pentingnya peran kesadaran dan literasi digital orang tua dalam mengelola penggunaan teknologi agar tidak menggantikan fungsi pengasuhan emosional yang esensial pada anak usia dini.