Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara mahasiswa memproses informasi dan membangun pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi orientasi epistemologis mahasiswa di era digital dengan mengkaji kecenderungan penggunaan AI, pola berpikir mandiri (cogito), serta praktik verifikasi informasi. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan melibatkan 40 mahasiswa dari salah satu kelas di Universitas Pendidikan Indonesia. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran mandiri tetap dominan pada konteks kehidupan sehari-hari dan tahap awal pengerjaan tugas, sementara penggunaan AI meningkat pada konteks akademik yang menuntut kecepatan akses informasi dan penyederhanaan konsep. Meskipun frekuensi penggunaan AI cukup tinggi, mayoritas mahasiswa tidak menerima jawaban AI secara langsung; mereka melakukan verifikasi, membandingkan dengan sumber lain, dan menggabungkannya dengan penalaran pribadi. Analisis tematik mengungkap empat tema utama: penggunaan AI sebagai pendamping belajar, cognitive offloading yang terkendali, praktik evaluasi dan verifikasi, serta upaya menjaga kemandirian berpikir. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa membangun epistemologi hibrid yang memadukan proses berpikir mandiri dengan bantuan teknologi. Implikasi penelitian menekankan perlunya kebijakan etika penggunaan AI dan penguatan literasi digital di pendidikan tinggi.