Irvan Malay
Universitas Pembangunan Panca Budi Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa terhadap Pembelajaran Daring Pada Materi Gaya dan Gerak di Mata Kuliah Fisika Irvan Malay; Muhammad Alwi Risky; Muhammad Alwi Arrahman; Muhammad Reza Fachlevi; Riza Sarbani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa mengenai pembelajaran daring pada materi gaya dan gerak dalam mata kuliah fisika. Kemajuan teknologi digital serta percepatan penerapan pembelajaran daring, khususnya pasca pandemi COVID-19, telah mengubah pendekatan pembelajaran fisika yang memerlukan pemahaman konseptual serta pengalaman praktis langsung. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif di Program Studi Teknik Elektro Universitas Pembangunan Panca Budi. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, melibatkan 5 hingga 15 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah fisika. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner serta wawancara semi-terstruktur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring tergolong "cukup" dengan persentase rata-rata 52,8%. Sebagian besar indikator pembelajaran berada dalam kategori "kurang" (40-46,7%), terutama terkait pemahaman materi, efektivitas interaksi antara dosen dan mahasiswa, kemudahan akses, serta pengumpulan tugas. Namun, pemanfaatan platform PhET sebagai laboratorium virtual memberikan hasil positif dengan persentase 73,3% dalam kategori "baik", di mana mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam menjalankan praktikum jarak jauh melalui simulasi gerak, gaya, percepatan, dan gesekan. Kendala pembelajaran daring timbul dari faktor eksternal (seperti jaringan internet dan perangkat) serta internal (seperti penguasaan teknologi informasi dan komunikasi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pembelajaran daring menawarkan fleksibilitas, efektivitasnya dalam mata kuliah fisika masih memerlukan peningkatan melalui strategi pedagogis yang mempertimbangkan aspek kognitif, afektif, dan sosial mahasiswa.
Analisis Kesulitan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Persamaan Linear Pada Mata Kuliah Matematika Dasar Irvan Malay; Yahya Maulana; Tria Magdalena Purba; Sapta Anugrah Telaumbanua; Tok Fasya Ananda Claudia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36386

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang berbagai jenis masalah yang dihadapi siswa dalam mata kuliah Matematika Dasar saat mengerjakan soal persamaan linear. Meskipun materi persamaan linear termasuk dalam materi yang telah dipelajari di kelas sebelumnya, banyak siswa yang melakukan kesalahan saat menyelesaikannya. Kesalahan perhitungan terkait dengan pemahaman konsep dan penggunaan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Metode purposive sampling digunakan untuk memilih subjek penelitian dari 30 mahasiswa semester pertama. Peneliti menggunakan alat diagnostik, yaitu soal uraian dan wawancara yang didasarkan pada tugas. Untuk menentukan jenis kesalahan yang muncul pada setiap tahap penyelesaian soal, analisis data menggunakan tahapan kesalahan Newman.Hasil menunjukkan bahwa kesalahan tahap transformasi juga dikenal sebagai kesalahan transformasi adalah yang paling sering terjadi, sebesar 40%, terutama saat mahasiswa mencoba mengubah masalah kontekstual menjadi model matematika. Selain itu, ditemukan kesalahan keterampilan proses sebesar 20%, juga dikenal sebagai kesalahan keterampilan proses. Kelemahan mahasiswa dalam melakukan operasi aljabar dengan benar dikaitkan dengan temuan ini. Kesulitan tersebut menunjukkan bahwa pemahaman konsep aljabar, terutama prinsip kesetaraan dalam operasi matematika, masih belum dikuasai secara baik oleh sebagian mahasiswa.Berdasarkan hasil yang diperoleh, penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi matematis sejak awal perkuliahan.Selain itu, penggunaan media visual dan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual perlu ditingkatkan agar mahasiswa dapat memahami konsep persamaan linear secara lebih bermakna dan mengurangi miskonsepsi yang terjadi.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Meyelesaikan Soal Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Matematika Dasar Irvan Malay; Riski Syahputra S; Ganda Marpaung; Wibi Habbansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36454

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran krusial matematika sebagai sarana berpikir logis dan sistematis, di mana penguasaan operasi bilangan bulat menjadi fondasi utama bagi siswa sekolah dasar sebelum mempelajari topik yang lebih kompleks seperti aljabar dan kalkulus. Namun, transisi dari bilangan asli ke bilangan negatif seringkali menimbulkan hambatabelajar yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai jenis-jenis kesalahan serta faktor penyebab kegagalan siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui instrumen tes tertulis berupa soal uraian yang dirancang untuk menguji pemahaman konseptual dan prosedural, serta diperkuat dengan wawancara mendalam terhadap subjek yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Proses analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data secara sistematis, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan temuan dipastikan melalui teknik triangulasi yang membandingkan konsistensi antara jawaban tertulis siswa dengan hasil klarifikasi lisan saat wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kesalahan siswa secara garis besar terbagi ke dalam tiga aspek utama: aspek konseptual, prosedural, dan teknis. Kesalahan konseptual merupakan jenis kesalahan yang paling dominan, di mana siswa gagal memahami fungsi tanda negatif baik sebagai operator hitung maupun sebagai karakter bilangan. Pada aspek prosedural, ditemukan ketidakmampuan siswa dalam menyusun langkah-langkah penyelesaian secara sistematis pada operasi campuran. Sementara itu, kesalahan teknis umumnya berkaitan dengan rendahnya ketelitian siswa dalam melakukan perhitungan dasar. Faktor penyebab kesalahan tersebut mencakup miskonsepsi yang terbentuk akibat generalisasi aturan perkalian ke dalam operasi penjumlahan, rendahnya kemampuan literasi dalam menerjemahkan soal cerita ke dalam model matematika, serta ketergantungan pada metode hafalan tanpa pemahaman logika yang kuat pada sistem garis bilangan. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan penggunaan media pembelajaran visual dan konkret guna menjembatani transisi berpikir siswa dari pemahaman yang abstrak menuju pemahaman yang lebih substantif.