Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa mengenai pembelajaran daring pada materi gaya dan gerak dalam mata kuliah fisika. Kemajuan teknologi digital serta percepatan penerapan pembelajaran daring, khususnya pasca pandemi COVID-19, telah mengubah pendekatan pembelajaran fisika yang memerlukan pemahaman konseptual serta pengalaman praktis langsung. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif di Program Studi Teknik Elektro Universitas Pembangunan Panca Budi. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, melibatkan 5 hingga 15 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah fisika. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner serta wawancara semi-terstruktur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring tergolong "cukup" dengan persentase rata-rata 52,8%. Sebagian besar indikator pembelajaran berada dalam kategori "kurang" (40-46,7%), terutama terkait pemahaman materi, efektivitas interaksi antara dosen dan mahasiswa, kemudahan akses, serta pengumpulan tugas. Namun, pemanfaatan platform PhET sebagai laboratorium virtual memberikan hasil positif dengan persentase 73,3% dalam kategori "baik", di mana mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam menjalankan praktikum jarak jauh melalui simulasi gerak, gaya, percepatan, dan gesekan. Kendala pembelajaran daring timbul dari faktor eksternal (seperti jaringan internet dan perangkat) serta internal (seperti penguasaan teknologi informasi dan komunikasi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pembelajaran daring menawarkan fleksibilitas, efektivitasnya dalam mata kuliah fisika masih memerlukan peningkatan melalui strategi pedagogis yang mempertimbangkan aspek kognitif, afektif, dan sosial mahasiswa.