Khairil Anwar
Psikologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Regulasi Emosi dalam Mengurangi Perilaku Bullying Verbal pada Siswa Sekolah Dasar Nurhadi Nurhadi; Nenny Litania; Ahmaddin Ahmad Tohar; Khairil Anwar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku bullying verbal di sekolah dasar merupakan merupakan salah satu bentuk kekerasan psikologis yang sering terjadi di lingkungan pendidikan. Bentuknya dapat berupa ejekan, hinaan, panggilan dengan sebutan negatif, atau ucapan yang merendahkan teman sebaya. Meskipun tidak menimbulkan luka fisik, dampak bullying verbal sangat serius bagi perkembangan emosional anak, seperti menurunkan rasa percaya diri, menimbulkan kecemasan, serta mengganggu kesejahteraan psikologis. Salah satu faktor penting yang dapat menekan munculnya perilaku tersebut adalah kemampuan regulasi emosi pada anak. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana peran regulasi emosi untuk mengurangi perilaku bullying verbal pada siswa sekolah dasar. Metode dalam penelitian ini aladah studi kepustakaan (library research) yang dilakukan dengan mencari dan menggali informasi mengenai tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan regulasi emosi merupakan pendekatan efektif dan preventif dalam menekan perilaku bullying verbal di sekolah dasar. Upaya ini tidak hanya berdampak pada penurunan tindakan agresif verbal, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya iklim sekolah yang aman, harmonis, dan mendukung perkembangan sosial-emosional anak secara optimal. Perilaku bullying verbal bukan sekedar gurauan antar teman, ia memiliki dampak nyata terhadap kesejahteraan psikologis anak. Kemampuan anak untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosinya secara tepat menjadi kunci dalam mencegah timbulnya perilaku agresif melalui ucapan yang menyakiti orang lain.