Lukman Ismail
Pendidikan Sosiologi, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Relasi Sosial Hierarkis di Era Gig: Perspektif terhadap Siswa SMA Muhammadiyah 2 Makassar sebagai Produsen Konten Digital Lukman Ismail; Rahma Dani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pembentukan dan reproduksi relasi sosial hierarkis di kalangan siswa SMA Muhammadiyah 2 Makassar yang aktif sebagai produsen konten digital dalam ekosistem gig economy berbasis platform. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi interpretatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif akun media sosial, dan focus group discussion terhadap 14 siswa kelas X-XII yang telah termonetisasi minimal 10.000 followers dan berpendapatan Rp100.000-Rp500.000 per bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metrik digital (followers, engagement rate, gift LIVE, dan viralitas) serta jenis konten telah menggantikan prestasi akademik dan status sosial-ekonomi keluarga sebagai penanda utama status di lingkungan sekolah, sehingga membentuk hierarki tiga lapisan: “bisa diajak collab”, “biasa saja”, dan “cupu”. Algoritma platform berperan sebagai aktor non-manusia yang mempercepat konversi modal simbolik digital menjadi prestise sosial sekaligus menciptakan stratifikasi yang sangat fluida namun eksklusif. Fluiditas ini menghasilkan algorithmic anxiety dan platformized precarity yang tinggi, ditunjukkan dengan gangguan tidur kronis, burnout, serta risiko depresi klinis pada mayoritas informan. Hierarki tersebut juga memunculkan privilege institusional bagi siswa berstrata atas dan marginalisasi sosial bagi siswa berstrata bawah, sementara regulasi perlindungan anak belum mampu menjangkau bentuk pekerjaan gig digital remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gig economy skala mikro di kalangan pelajar tetap mereproduksi ketimpangan kuasa dan eksploitasi diri yang sistemik, sehingga diperlukan pengakuan serta perlindungan khusus bagi remaja sebagai tenaga kerja digital.