Ayu Wanda Ginting
Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan Ibadah dalam Al-Qur’an: Studi Kualitatif terhadap Tafsir Klasik dan Kontemporer Ayu Wanda Ginting; Asnil Aidah Ritonga
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36123

Abstract

Pendidikan ibadah merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam karena berperan langsung dalam pembentukan kesadaran spiritual dan moral manusia. Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam memberikan landasan konseptual yang kuat mengenai pendidikan ibadah yang tidak hanya berorientasi pada aspek ritual, tetapi juga pada pembinaan keimanan, akhlak, dan tanggung jawab sosial. Namun, pemahaman pendidikan ibadah sering kali dipersempit pada praktik formal, sehingga diperlukan kajian yang komprehensif berbasis teks Al-Qur’an dan penafsiran para mufasir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep pendidikan ibadah dalam Al-Qur’an dengan menelaah penafsiran para mufasir klasik dan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ibadah serta tafsir klasik dan kontemporer, sedangkan sumber data sekunder berasal dari literatur ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, dengan analisis data menggunakan metode deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ibadah dalam Al-Qur’an dibangun atas integrasi antara dimensi akidah, syariah, dan akhlak. Tafsir klasik menekankan pendidikan ibadah sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan total kepada Allah Swt., sementara tafsir kontemporer menyoroti aspek kontekstual dan fungsional ibadah dalam membentuk kesadaran sosial dan etika kehidupan modern. Pendidikan ibadah dipahami sebagai proses internalisasi nilai-nilai ketuhanan yang membentuk kepribadian manusia secara utuh. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan ibadah perspektif Al-Qur’an memiliki relevansi yang kuat dalam pengembangan pendidikan Islam. Pendidikan ibadah perlu diarahkan tidak hanya pada penguasaan tata cara ibadah, tetapi juga pada pemaknaan dan pengamalan nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu melahirkan individu yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan spiritual, moral, dan sosial.