Aysa Balqis Zhafirah Putri Suharto
Farmasi, Universitas Muhammadiyah Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Literature Review: Fitoterapi Berbasis Tanaman Herbal Pada Bronkitis Sebagai Terapi Komplementer Suharto Suharto; Elsa Nur Fadilah; Tsa Tsa Aulia Rahayu; Aysa Balqis Zhafirah Putri Suharto; Selma Tendri Tia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36153

Abstract

Bronkitis merupakan penyakit inflamasi pada saluran pernapasan yang ditandai dengan batuk produktif, hipersekresi mukus, serta gangguan fungsi paru, dan dapat berkembang menjadi kondisi kronis yang berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas. Terapi konvensional seperti bronkodilator, ekspektoran, dan antibiotik sering digunakan, namun memiliki keterbatasan, terutama terkait efek samping dan risiko resistensi antimikroba. Oleh karena itu, fitoterapi berbasis tanaman herbal mulai dikembangkan sebagai terapi komplementer yang lebih aman dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan efektivitas fitoterapi dalam penanganan bronkitis berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel ilmiah melalui Google Scholar menggunakan kata kunci fitoterapi, tanaman obat, dan sistem pernapasan.. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa berbagai tanaman herbal dan formula herbal, seperti Tropaeolum majus, Armoracia rusticana, Glycyrrhiza sp., Nigella sativa, propolis, serta formula kompleks Regan Saibisitan, memiliki aktivitas antiinflamasi, imunomodulator, mukolitik, dan antimikroba. Secara klinis, fitoterapi terbukti mampu menurunkan keparahan gejala bronkitis, mempercepat perbaikan batuk, serta mengurangi kebutuhan penggunaan antibiotik. Dengan demikian, fitoterapi memiliki potensi besar sebagai terapi komplementer berbasis bukti ilmiah dalam pengelolaan bronkitis akut maupun kronis, sekaligus mendukung upaya pencegahan resistensi antimikroba.