Research on the impact of financial strength as measured by the Piotroski F-Score and dividend policy as measured by the dividend payout ratio (dividends per share / earnings per share) on stock returns. The novelty in this study lies in the use of more complex variables by combining financial strength and dividend policy to see the performance of the entity, as well as data samples from the manufacturing sector and the latest research period. The data used include manufacturing sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021–2023 period with a total of 134 observation data. The analysis method used is multiple linear regression to test the relationship between independent variables and stock returns. The results of the study indicate that financial strength as measured by the Piotroski F-Score has no effect on stock returns, while dividend policy as measured by the DPS ratio has a significant and positive effect on stock returns. Thus, this finding indicates that investors consider dividend policy more in making investment decisions than the company's financial strength. Studi ini menguji pengaruh kekuatan keuangan yang diukur dengan Piotroski F-Score serta kebijakan dividen yang diukur dengan rasio DPS (dividend per share) terhadap return saham. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada penggunaan variabel yang lebih kompleks dengan menggabungkan kekuatan keuangan dan kebijakan dividen untuk melihat kinerja dari entitas, serta sampel data dari sektor manufaktur dan periode penelitian terbaru. Data yang digunakan mencakup perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2023 dengan total 134 data observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda untuk menguji hubungan antara variabel independen dan return saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan keuangan yang diukur dengan Piotroski F-Score tidak memiliki pengaruh terhadap return saham, sedangkan kebijakan dividen yang diukur dengan rasio DPS memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap return saham. Dengan demikian, temuan ini mengindikasikan bahwa investor lebih mempertimbangkan kebijakan dividen dalam pengambilan keputusan investasi dibandingkan dengan kekuatan keuangan perusahaan.