Dyah Wulan Sari
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Jawa Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETERMINAN PDRB DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2018–2023 Rafif Arkananta Arigya; Dyah Wulan Sari; Albertus Eka Putra Haryanto; Indra Nur Fauzi
Buletin Studi Ekonomi VOLUME.30.NO.02.TAHUN.2025
Publisher : Buletin Studi Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BSE.2025.v30.i02.p01

Abstract

From 2018 to 2023, the real Regional Domestic Product (RDP) of East Java Province was lower than the target set in the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD). The present study investigates the factors contributing to RDP by analysing the impact of population size, life expectancy, and poverty levels on East Java's RDP. Utilising a quantitative approach, this study employs panel regression analysis to examine changes in variables from year to year across all districts/cities. The data utilised in this study are secondary data sourced from publications by the Central Statistics Agency (BPS) of East Java Province, covering the years 2018 to 2023. The findings indicate that a higher life expectancy has a positive impact on GRDP. Conversely, increases in population size and poverty rates were found to have a negative impact on GRDP. While higher life expectancy is conducive to economic prosperity, uncontrolled population growth and persistent poverty have the potential to impede regional economic development. Consequently, there is a necessity for special interventions to address these adverse impacts.     Antara tahun 2018 dan 2023, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) riil Provinsi Jawa Timur lebih rendah daripada target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor yang berkontribusi terhadap PDRB dengan menganalisis pengaruh jumlah penduduk, angka harapan hidup, dan tingkat kemiskinan pada PDRB Jawa Timur. Dengan menerapkan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menerapkan analisis regresi panel untuk melihat perubahan variabel dari tahun ke tahun di seluruh kabupaten/kota. Data yang dipakai adalah data sekunder. Data tersebut bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Publikasi tersebut mencakup tahun 2018 hingga 2023. Temuan menunjukkan bahwa angka harapan hidup yang lebih tinggi berdampak positif terhadap PDRB. Sebaliknya, peningkatan jumlah penduduk dan tingkat kemiskinan ditemukan memiliki dampak negatif terhadap PDRB. Meskipun peningkatan angka harapan hidup berkontribusi pada kemakmuran ekonomi, pertumbuhan penduduk yang tak terkendali dan kemiskinan yang persisten dapat menghambat pembangunan ekonomi daerah. Oleh karena itu, intervensi khusus diperlukan untuk mengatasi dampak negatif ini.