Abstract. The preparation of financial statements follows PSAK standards for conventional entities and Sharia PSAK for entities based on Islamic principles. Although both aim to provide relevant information for decision-making, there are fundamental conceptual differences stemming from the philosophy of their respective economic systems. These differences significantly affect the structure, substance, and orientation of the financial statements. This study employs a literature review method by comprehensively examining various relevant scientific sources. The results indicate significant differences between conventional and Sharia financial reporting due to their underlying economic values. Conventional accounting tends to focus on the interests of capital owners, profit maximization, asset growth, and the principles of economic efficiency and value neutrality. In contrast, Sharia financial statements do not merely present financial data but also prioritize the principles of justice, transparency, and full sharia compliance. The Sharia orientation emphasizes social and spiritual accountability to achieve the common good (maslahah) for all stakeholders within a comprehensive philosophical and ethical framework of Islamic economics. Abstrak. Penyusunan laporan keuangan mengikuti standar PSAK untuk entitas konvensional dan PSAK Syariah untuk entitas berlandaskan prinsip Islam. Meskipun keduanya bertujuan menyediakan informasi relevan bagi pengambilan keputusan, terdapat perbedaan konseptual mendasar yang bersumber dari filosofi sistem ekonomi masing-masing. Perbedaan tersebut memengaruhi struktur, substansi, serta orientasi laporan keuangan yang disajikan secara signifikan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber informasi ilmiah yang relevan secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata antara pelaporan keuangan konvensional dan syariah akibat perbedaan nilai ekonomi yang melandasinya. Akuntansi konvensional cenderung berfokus pada kepentingan pemilik modal, maksimalisasi laba, peningkatan aset, serta prinsip efisiensi dan netralitas nilai. Sebaliknya, laporan keuangan entitas syariah tidak hanya menyajikan data finansial semata, tetapi juga mengedepankan prinsip keadilan, keterbukaan, serta kepatuhan penuh terhadap ketentuan syariah (sharia compliance). Orientasi syariah menekankan aspek pertanggungjawaban sosial dan spiritual guna mencapai kemaslahatan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam kerangka filosofis dan etika ekonomi Islam yang komprehensif.