This Author published in this journals
All Journal Lembaran Antropologi
Ayu Dipta Kirana
Prodi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Perempuan dalam Narasi Pameran dan Isu Berkelanjutan: Menginterpretasikan Ulang Koleksi Lukisan Kamasan Ayu Dipta Kirana
Lembaran Antropologi Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Department of Anthropology, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/la.20806

Abstract

Museum sebagai lembaga budaya memiliki kekuatan untuk berkontribusi nyata dalam mempromosikan dan menyajikan berbagai isu sosial yang relevan yang berkaitan dengan tujuh belas kunci SDGs, termasuk Gender Equality. Memperbincangkan gender dalam representasi pameran dapat menjadi upaya museum untuk membuka ruang diskusi terhadap isu perempuan dan narasi saat ini. Tulisan ini akan membahas pembuatan narasi kuratorial hingga praktik representasi perempuan yang relevan pada hari ini dengan berbasis media artefak-artefak kuno yang masih banyak dipengaruhi oleh pemikiran kolonialisme. Studi kasus yang diangkat ialah koleksi lukisan Kamasan dari Bali yang menjadi bagian dari pameran dengan tema perempuan di museum Sonobudoyo, Yogyakarta. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan data observasi-partisipatoris dan wawancara mendalam untuk melihat bagaimana tim kuratorial dan museum berupaya membangun narasi perempuan dengan artefak kuno diceritakan ulang dengan menyampaikan isu kesetaraan gender hingga isu kekerasan seksual. Penelitian ini hadir sebagai sebuah interpretasi koleksi kolonial yang kemudian dikurasi kembali untuk bisa menyampaikan pesan relevan sesuai dengan zamannya termasuk mengenai wacana gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa museum mampu menghadirkan representasi perempuan objek koleksi, tata praktik kuratorial, dan eksperimen dalam pameran untuk menghidupkan perbincangan mengenai perempuan dan wacana gender.