Dalam beberapa tahun belakangan ini terjadi peningkatan minat generasi muda terhadap tato. Media sosial dengan berbagai platform menjadi salah satu pemicu utama dalam peningkatan minat generasi muda terhadap tato tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, terjadi kenaikan angka pelanggan di dua studio tato di Kota Padang yang menjadikan pemuda pelanggan utama. Para generasi muda tersebut berusia dari rentang 17 hingga 30 tahun. Desain tato yang digunakan identik dengan simbol-simbol yang sarat akan makna sehingga simbol yang sedang tren tersebut menjadi menarik untuk dikaji lebih lanjut mengenai bagaimana tren tato dan makna dari simbol yang digunakan di Kota Padang, termasuk pula hal-hal yang memotivasi generasi muda untuk menggunakan tato dan bagaimana persepsi lingkungan sekitar terhadap tren tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dengan melakukan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling, yang memungkinkan peneliti memilih informan berdasarkan kriteria yang sesuai dengan yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi generasi muda dalam menggunakan tato dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu motivasi internal dan eksternal. Motivasi internal mencakup keinginan untuk mengekspresikan diri, meningkatkan kepercayaan diri, hingga menyalurkan sisi emosional dalam bentuk simbol visual. Sementara itu, motivasi eksternal dipengaruhi oleh media sosial, lingkungan sosial dan keluarga, serta tuntutan gaya hidup dalam komunitas tertentu. Desain tato yang digunakan pun bersifat personal dan kaya akan narasi makna di dalamnya, seperti kenangan terhadap orang tua, perjuangan melawan gangguan mental, hingga identifikasi terhadap komunitas dan nilai-nilai tertentu. Temuan ini mengindikasikan bahwa tato telah menjadi media komunikasi yang penting bagi generasi muda dalam membentuk dan menyampaikan identitas sosial mereka di tengah kompleksitas budaya urban masa kini.