This Author published in this journals
All Journal Lembaran Antropologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menitipkan Anak ke Panti Asuhan dalam Sistem Kekerabatan Matrilineal Minangkabau Yahya Assalam
Lembaran Antropologi Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Department of Anthropology, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/la.24226

Abstract

Fungsi pengasuhan dalam pembentukan keutuhan keluarga di sistem kekerabatan matrilineal masyarakat Minangkabau maupun berdasarkan pada pola formal negara, kini menjadi isu sosial di mana sebagian keluarga memilih panti asuhan sebagai tempat menitipkan anak untuk pengasuhan. Tindakan menitipkan anak ke panti asuhan, lantas menghilangkan peran pengasuhan anak secara kolektif oleh keluarga luas, terutama dari garis keturunan saudara laki-laki ibu disebut dengan ‘mamak’. Penelitian ini bertujuan memahami latar belakang tindakan keluarga menitipkan anak ke panti asuhan serta menganalisisnya melalui teori tindakan sosial Max Weber, sekaligus mengungkap pandangan masyarakat terhadap tindakan tersebut. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus terhadap lima keluarga Minangkabau yang menitipkan anak ke panti asuhan di Kota Padang Panjang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, tekanan sosial dalam keluarga, kemauan pribadi orang tua, dan pengaruh pihak lain menjadi alasan utama tindakan tersebut. Analisis teori tindakan sosial menunjukkan bahwa tindakan tersebut mencerminkan kombinasi antara rasionalitas instrumental, rasionalitas nilai, dan tindakan afektif. Masyarakat sendiri menunjukkan pandangan yang beragam; sebagian menerima tindakan tersebut atas dasar empati dan realitas ekonomi, sementara sebagian lainnya menolaknya karena dinilai bertentangan dengan nilai adat dan norma pengasuhan Minangkabau. Sebagai temuan, menitipkan anak ke panti asuhan merupakan bentuk adaptasi sosial keluarga menghadapi tekanan ekonomi dan perubahan budaya. Implikasi dari temuan ini menunjukkan adanya transformasi peran keluarga dan munculnya lembaga pengasuhan sebagai aktor penting dalam konteks perubahan sosial Minangkabau pada masa kini.