Anak yatim merupakan kelompok rentan yang memerlukan perhatian ekonomi, pendidikan, dan pembinaan karakter. Di wilayah urban seperti Bekasi Barat, mereka menghadapi tantangan kompleks, mulai dari keterbatasan pendidikan agama hingga risiko pergaulan bebas. Forum Komunikasi Islamiyah (FORKIS) memberdayakan anak yatim melalui pembinaan berbasis komunitas tiga kali seminggu, mencakup aspek spiritual, intelektual, dan emosional. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui strategi Forum Komunikasi Islamiyah (FORKIS) dalam pemberdayaan anak yatim di Kelurahan Kota Baru Keccamatan Bekasi Barat. Metode Penelitian yaitu kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa FORKIS menjalankan berbagai program pembinaan seperti tilawah, fikih, hadroh, silat, Al-Qur’an Camp, pemberian uang saku, dan upaya penyediaan ambulans. Seluruh kegiatan ini diklasifikasikan ke dalam tiga aspek utama Teologi Al-Mâ‘ûn berupa pendidikan, pelayanan sosial, dan kesehatan. Program-program tersebut tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga aspek sosial dan emosional anak yatim. Strategi pemberdayaan FORKIS bersifat terstruktur dan menyeluruh, serta merepresentasikan da’wah bil hal yang sejalan dengan semangat Teologi Al-Mâ‘ûn. FORKIS tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kemandirian anak yatim. Dengan pendekatan ini, FORKIS telah berkontribusi dalam membina generasi yang beriman, berilmu, dan berdaya, sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menekankan kepedulian terhadap kaum lemah.