Abstrak. E-commerce telah menjadi elemen krusial dalam kehidupan sehari-hari, karena kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkannya membuat banyak orang lebih sering berbelanja online. Namun, hal ini dapat memengaruhi perilaku konsumtif dan menimbulkan risiko ketergantungan. Salah satu kemudahan yang ditawarkan adalah metode pembayaran paylater. Meski demikian, paylater juga bisa menyebabkan masalah jika digunakan secara berlebihan dan tidak dikelola dengan baik, yang dapat berujung pada utang yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana kondisi ekonomi, gaya hidup, dan pemahaman tentang riba mempengaruhi keputusan penggunaan paylater dalam belanja online. Sampel ditentukan dengan metode probability sampling. Lokasi penelitian berada di Kota Bandung dengan populasi sebanyak 2,44 juta orang. Data yang digunakan adalah data primer dengan kuesioner melalui teknik pengambilan sampel acak sederhana. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM), serta pengujian hipotesis dilakukan melalui uji T dan analisis koefisien determinasi. Hasil dari penelitian yang melibatkan 100 responden menunjukkan bahwa variabel-variabel yang diteliti, yaitu kondisi ekonomi, gaya hidup, dan pemahaman riba, secara signifikan mempengaruhi keputusan untuk menggunakan paylater. Koefisien determinasi (R2) sebesar 83% menunjukkan bahwa 83% variasi dalam keputusan untuk menggunakan paylater dipengaruhi oleh tiga variabel independen, yaitu kondisi ekonomi (X1), gaya hidup (X2), dan pemahaman riba (X3). Abstract. E-commerce has become an essential part of life. Its ease and convenience can encourage online shopping, which can sometimes lead to consumer habits and potential dependency. One such benefit is the ease of payment using PayLater. However, PayLater can also be detrimental due to overuse and poor management, leading to excessive debt. This study aims to analyze the influence of economic conditions, lifestyle, and understanding of usury (riba) on the decision to use PayLater for online shopping. The sample was selected using probability sampling. The study location was Bandung City, with a population of 2.44 million. Primary data were collected using a questionnaire using simple random sampling. This study employed a quantitative method with Structural Equation Modeling (SEM) analysis, and hypothesis testing was conducted using the T-test and coefficient of determination. The results, based on 100 samples, indicate that the variables studied economic conditions, lifestyle, and understanding of usury significantly influence the decision to use PayLater. The coefficient of determination (R2) was 83%, meaning that 83% of the variation in the decision to use PayLater was influenced by three independent variables: economic conditions (X1), lifestyle (X2), and understanding of usury (X3).