p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Riset Akuntansi
Nurhayati
Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Digitalisasi Bank dan Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Nasabah Fadhlan Shidiq Al Adly; Nurhayati; Irena Paramita Pramono
Jurnal Riset Akuntansi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Akuntansi (JRA)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jra.v5i2.8286

Abstract

Abstract. The background of this research departs from the increasing use of digital banking services and the challenges in maintaining optimal service quality in the midst of the digital transformation process. The theoretical basis used is the Theory of Buyer Behavior, which states that consumer decisions are influenced by digital stimuli and perceptions of the quality of service. This research aims to examine the influence of banking digitalization and service quality on customer satisfaction, especially in the millennial generation and generation Z in the city of Bandung. The method used is quantitative with a verifiable approach. The data was collected by distributing questionnaires to 107 respondents who are users of mobile banking services in Bandung. Data processing and analysis were carried out using the StructuraI Equation Modeling–PartiaI Least Square (SEM-PLS) approach. The results of the study show that bank digitalization and service quality have a positive and significant effect on customer satisfaction. An R² value of 0.586 indicates a moderate influence of the two independent variables on customer satisfaction. Based on these findings, it is recommended that banking institutions continue to develop user-friendly digital innovations and increase training for service staff so that interactions with customers remain quality in the digital era. Abstrak. Meningkatnya adopsi layanan perbankan digital dan tantangan menjaga kualitas layanan selama proses transformasi digital. Kerangka teori yang digunakan adalah Teori Perilaku Pembeli, yang menunjukkan bahwa keputusan konsumen dipengaruhi oleh stimulus digital dan persepsi mereka tentang kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh digitalisasi bank dan kualitas layanan terhadap kepuasan nasabah, khususnya di kalangan milenial dan Generasi Z di Kota Bandung. Metode kuantitatif dengan pendekatan verifaktif diterapkan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 107 responden yang menggunakan layanan mobile banking di Bandung. Data diproses dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–PartiaI Least Square (SEM-PLS). Temuan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi bank dan kualitas layanan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah. Analisis model menunjukkan nilai R² 0,586, yang dikategorikan sebagai tingkat infIuence sedang. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar lembaga perbankan terus mengembangkan inovasi digital yang ramah pengguna dan meningkatkan pelatihan staf layanan untuk memastikan interaksi nasabah yang berkualitas tinggi di era digital.
Pengaruh Kondisi Ekonomi, Gaya Hidup, dan Riba terhadap Keputusan Penggunaan Paylater Antika Mayasari Nurazmulluddin; Nurhayati
Jurnal Riset Akuntansi Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Akuntansi (JRA)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jra.v6i1.10113

Abstract

Abstrak. E-commerce telah menjadi elemen krusial dalam kehidupan sehari-hari, karena kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkannya membuat banyak orang lebih sering berbelanja online. Namun, hal ini dapat memengaruhi perilaku konsumtif dan menimbulkan risiko ketergantungan. Salah satu kemudahan yang ditawarkan adalah metode pembayaran paylater. Meski demikian, paylater juga bisa menyebabkan masalah jika digunakan secara berlebihan dan tidak dikelola dengan baik, yang dapat berujung pada utang yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana kondisi ekonomi, gaya hidup, dan pemahaman tentang riba mempengaruhi keputusan penggunaan paylater dalam belanja online. Sampel ditentukan dengan metode probability sampling. Lokasi penelitian berada di Kota Bandung dengan populasi sebanyak 2,44 juta orang. Data yang digunakan adalah data primer dengan kuesioner melalui teknik pengambilan sampel acak sederhana. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM), serta pengujian hipotesis dilakukan melalui uji T dan analisis koefisien determinasi. Hasil dari penelitian yang melibatkan 100 responden menunjukkan bahwa variabel-variabel yang diteliti, yaitu kondisi ekonomi, gaya hidup, dan pemahaman riba, secara signifikan mempengaruhi keputusan untuk menggunakan paylater. Koefisien determinasi (R2) sebesar 83% menunjukkan bahwa 83% variasi dalam keputusan untuk menggunakan paylater dipengaruhi oleh tiga variabel independen, yaitu kondisi ekonomi (X1), gaya hidup (X2), dan pemahaman riba (X3). Abstract. E-commerce has become an essential part of life. Its ease and convenience can encourage online shopping, which can sometimes lead to consumer habits and potential dependency. One such benefit is the ease of payment using PayLater. However, PayLater can also be detrimental due to overuse and poor management, leading to excessive debt. This study aims to analyze the influence of economic conditions, lifestyle, and understanding of usury (riba) on the decision to use PayLater for online shopping. The sample was selected using probability sampling. The study location was Bandung City, with a population of 2.44 million. Primary data were collected using a questionnaire using simple random sampling. This study employed a quantitative method with Structural Equation Modeling (SEM) analysis, and hypothesis testing was conducted using the T-test and coefficient of determination. The results, based on 100 samples, indicate that the variables studied economic conditions, lifestyle, and understanding of usury significantly influence the decision to use PayLater. The coefficient of determination (R2) was 83%, meaning that 83% of the variation in the decision to use PayLater was influenced by three independent variables: economic conditions (X1), lifestyle (X2), and understanding of usury (X3).