Imran Imran
Kementerian Agama Kota Samarinda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Pembiayaan Pendidikan Berkelanjutan (Sustainable Financing) untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045 Basri Basri; Imran Imran; Ilham Ilham; Widyatmike Gede Mulawarman
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/impian.v5i2.5792

Abstract

Pendidikan merupakan pilar strategis dalam pembangunan nasional dan menjadi faktor penentu keberhasilan pencapaian Visi Indonesia 2045. Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, seperti keterbatasan anggaran yang terus berulang, ketimpangan akses dan mutu antarwilayah, serta minimnya partisipasi pemangku kepentingan non-pemerintah dalam mendukung pembiayaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menyajikan analisis komprehensif mengenai model-model pembiayaan pendidikan berkelanjutan yang berpotensi diadaptasi untuk memperkuat sistem pendidikan nasional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, studi ini memadukan telaah literatur yang mendalam dengan pembandingan kasus di Finlandia, Singapura, dan Australia, tiga negara yang dikenal memiliki kerangka pembiayaan pendidikan yang inovatif, adil, dan tangguh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satu model tunggal yang mampu menyelesaikan kompleksitas permasalahan pembiayaan pendidikan di Indonesia. Sebaliknya, dibutuhkan kombinasi strategi, seperti skema pinjaman berbasis pendapatan, kemitraan publik-swasta yang terstruktur, penguatan dana abadi nasional maupun daerah, serta peningkatan kontribusi filantropi untuk wilayah tertinggal. Studi ini menegaskan bahwa pembiayaan pendidikan berkelanjutan harus ditopang oleh tata kelola yang kuat, transparan, dan akuntabel. Secara keseluruhan, arsitektur pembiayaan yang terintegrasi dan inovatif menjadi prasyarat penting untuk meningkatkan ketahanan sistem serta memperluas akses pendidikan bermutu menuju Generasi Emas 2045.